IZI Sumbar Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Iswarti, Menguatkan Ikhtiar Keluarga Lansia Menuju Kemandirian

Padang (22/7/26) – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Barat kembali menyalurkan amanah para donatur melalui Program Ekonomi Bantuan Modal Usaha kepada Iswarti (51) pada Rabu (22/7/26). Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga duafa yang masih memiliki semangat untuk bangkit dan berusaha di tengah keterbatasan ekonomi. Bantuan yang diberikan berupa blender, toples air, aneka minuman saset, serta berbagai bahan kebutuhan jualan untuk melengkapi stok warung yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga. Melalui bantuan tersebut, diharapkan usaha yang dijalankan Iswarti dapat berkembang sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Iswarti merupakan tulang punggung keluarganya setelah sang suami, Syafril (61), tidak lagi mampu bekerja akibat serangan stroke ringan yang dialaminya sejak tahun 2007. Sebelumnya, Syafril bekerja sebagai sopir truk CPO. Namun, kondisi kesehatannya yang menyebabkan kesulitan berjalan dan mati rasa pada kaki kiri membuat beliau harus pensiun dini. Sejak saat itu, seluruh tanggung jawab mencari nafkah berada di pundak Iswarti. Pasangan lansia tersebut tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sekaligus menjadi lokasi usaha warung kelontong sederhana. Warung kecil itulah yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga. Sayangnya, keterbatasan modal membuat stok barang dagangan semakin menipis sehingga pilihan barang yang dijual menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya pendapatan harian yang diperoleh.

Selain keterbatasan modal, Iswarti juga menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usahanya. Beliau belum memiliki kendaraan pribadi, sehingga setiap kali harus membeli stok dagangan ke pasar tradisional, ia mengandalkan angkutan umum. Biaya transportasi tersebut menjadi tambahan beban operasional yang cukup berat bagi usaha berskala kecil. Di sisi lain, anak-anak mereka telah berkeluarga dan tinggal di luar daerah. Kondisi ekonomi yang juga terbatas membuat mereka belum dapat membantu kebutuhan orang tua secara maksimal. Selain termasuk keluarga lansia yang rentan dari sisi ekonomi dan kesehatan, mereka juga belum pernah menerima bantuan sosial berupa modal usaha dari lembaga lain. Oleh karena itu, bantuan ini diharapkan mampu menjadi pemicu tumbuhnya kembali usaha warung yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarga.

Dengan mata berkaca-kaca, Iswarti menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh donatur IZI yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk membantu keluarganya. “Terima kasih banyak kepada para donatur IZI atas bantuan yang telah diberikan kepada kami. Mohon doanya agar jualan ibu semakin ramai dan membawa keberkahan untuk keluarga kami. Sejak suami sakit, banyak ujian yang kami hadapi. Namun, saya tetap yakin Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang terus berusaha. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dengan pahala yang berlipat ganda.” tutur Iswarti.

Pada kesempatan tersebut, Febri, Tim Program IZI Sumatera Barat, turut memberikan motivasi kepada Iswarti agar terus menjaga semangat dalam berusaha dan memperkuat ikhtiar dengan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. “Semangat terus ya, Bu. Teruslah berjualan dengan penuh keyakinan dan jangan lupa untuk selalu meningkatkan ibadah kepada Allah agar usaha Ibu semakin berkah. Terima kasih karena sudah berjuang sejauh ini. InsyaAllah Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang mau terus berusaha. Percayalah, selalu ada rezeki yang Allah siapkan bagi setiap hamba yang terus berikhtiar dan tidak pernah menyerah.” ujar Febri.

Program Ekonomi Bantuan Modal Usaha merupakan salah satu upaya IZI Sumatera Barat dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui penguatan usaha produktif. Dengan dukungan para donatur, diharapkan semakin banyak keluarga duafa yang mampu bangkit dari keterbatasan, memiliki usaha yang berkembang, serta memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera dan penuh keberkahan. Amanah yang dititipkan para donatur tidak hanya menjadi bantuan materi, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang terus berjuang mengubah keadaan dengan kerja keras dan doa.