Medan – Inisiatif Zakat Indonesia Provinsi Sumatera Utara (IZI Sumut) menyampaikan Laporan Kinerja Semester I Tahun 2026 kepada Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Penyerahan laporan berlangsung pada Selasa (8/9/26) di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Medan, dan diterima langsung oleh Sari Putra, S.Ag., M.Kom.I selaku Katim Kemenag Sumut. Penyampaian laporan ini merupakan agenda rutin IZI Sumut sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara. Laporan memuat capaian program, realisasi penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya selama periode Januari hingga Juni 2026.
Dalam laporan tersebut, IZI Sumut memaparkan 5 pilar program utama yang telah dijalankan. Pertama, bidang pendidikan melalui program beasiswa untuk dhuafa dan santri penghafal Al-Qur’an. Kedua, bidang kesehatan dengan layanan pengobatan gratis dan bantuan bagi pasien kurang mampu. Ketiga, bidang ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, pelatihan kewirausahaan, dan bantuan modal usaha. Keempat, bidang dakwah dan advokasi dengan pembinaan mualaf, pelatihan dai, serta penguatan masjid dan mushalla. Kelima, bidang kemanusiaan melalui respon cepat bencana dan bantuan sosial bagi keluarga terdampak. IZI Sumut juga melaporkan strategi penguatan kelembagaan yang dilakukan selama semester I. Di antaranya peningkatan sistem digitalisasi pelaporan, penguatan SDM amil, serta perluasan jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, BAZNAS, lembaga pendidikan, dan mitra korporasi. Digitalisasi ini bertujuan agar proses penghimpunan hingga pendistribusian dapat dipantau secara real time dan lebih transparan kepada masyarakat dan donatur.
Sari Putra mengapresiasi langkah IZI Sumut yang proaktif menyampaikan laporan secara tepat waktu. Menurutnya, keterbukaan data dan laporan kinerja menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. “Kami di Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menyambut baik komitmen IZI Sumut dalam menjaga akuntabilitas. Laporan ini tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga cerminan tanggung jawab moral kepada muzaki dan mustahik. Kami berharap sinergi ini terus ditingkatkan agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Sumut,” ujar Sari Putra. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya koordinasi antara LAZ dengan BAZNAS dan pemerintah daerah dalam satu ekosistem pengelolaan zakat yang terintegrasi. Dengan begitu, potensi zakat di Sumatera Utara yang sangat besar dapat dioptimalkan untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ekonomi umat.

Pimpinan IZI Sumut, Putra Anugrah Permana, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pembinaan yang diberikan Kementerian Agama selama ini. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program dan tata kelola sesuai dengan prinsip syariah, regulasi, dan standar nasional. “Kami menyadari bahwa amanah dari muzaki sangat besar. Karena itu transparansi menjadi harga mati. InsyaAllah di semester II ini kami akan fokus pada penguatan program produktif dan pemberdayaan mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga bisa mandiri,” jelas Putra selaku Kepala Perwakilan IZI Sumut.
Penyampaian laporan ini juga menjadi bagian dari upaya IZI Sumut untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai visi misi lembaga, yaitu menjadi lembaga zakat terpercaya yang berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat sejahtera dan berdaya. Dengan adanya sinergi antara IZI Sumut dan Kemenag Sumut, diharapkan program-program zakat ke depan dapat lebih tepat sasaran, terukur dampaknya, dan mampu menjawab tantangan sosial ekonomi masyarakat Sumatera Utara. IZI Sumut menargetkan peningkatan cakupan penerima manfaat serta inovasi program di semester II 2026.
Sebagai penutup, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi. Kementerian Agama akan terus memberikan pembinaan, sementara IZI Sumut akan menjaga integritas dan profesionalitas dalam setiap langkah pengelolaan zakat.
[Ridho Fachrozie – @inisiatifzakat_sumut]




