Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Kaya Harta Bukan Masalah, Asalkan…

Ayu Lestari2018-06-08T03:08:27+07:00
Ayu Lestari Hadits of the Week 0 Comments

Kekayaan membuat orang cinta dunia? Kaya membuat orang menjadi sombong? Orang mukmin tidak boleh kaya? Pikiran seperti ini sangat keliru, karena nyatanya Islam tidak mengharamkan umatnya menjadi seorang yang kaya raya.

“Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.” [HR. Ibnu Majah No. 2132]

Sumber gambar : Google

Memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kekayaan yang kita miliki membawa keberkahan dan makin mendekatkan kita dengan Allah, bukan sebaliknya. Beberapa syarat tersebut antara lain:

  1. Menghindarkan diri dari pekerjaan haram

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman, yang saat itu seseorang tidak peduli lagi dari mana dia mendapatkan harta, apakah dari jalan halal ataukah yang haram.” [HR. al-Bukhari]

Menjadi kaya bukanlah masalah, namun menikmati kekayaan dari penghasilan haram adalah masalah serius. Penghasilan haram akan membuat makanan yang kita konsumsi menjadi haram, lalu makanan haram itulah yang masuk ke dalam aliran darah kita dan mempengaruhi perilaku kita. Itu sebabnya kita dilarang keras untuk melakukan pekerjaan yang haram sekalipun menjanjikan penghasilan besar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan perihal seorang lelaki yang sedang melakukan safar (perjalanan jauh), yang berambut kusut, kusam dan berdebu, yang menadahkan tangan ke langit lalu berdoa: “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku! Sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia dikenyangkan dengan makanan yang haram, maka bagaimana bisa doa dikabulkan?” (HR. Muslim)

  1. Tidak lupa mengeluarkan hak orang lain atas harta kita

Jika kita kaya namun tidak lupa mengeluarkan hak orang lain atas harta tersebut, baik berupa zakat maupun sedekah, in syaa Allah harta itu akan menjadi berkah. Sayangnya, banyak orang yang kaya namun mengabaikan hak orang lain. Bahkan ada yang sengaja telat membayarkan upah pekerjanya, jangankan sedekah… sekadar untuk memberi tips recehan pada orang yang membantunya saja ia tidak bersedia.

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19).

  1. Tidak membuat lalai dalam beribadah pada Allah

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, hingga kamu masuk ke dalam kubur.“ (QS. At-Takasur 1-2)

Ada orang yang saking sibuknya mengurusi pekerjaan dan kekayaannya hingga tidak sempat lagi untuk shalat, berdzikir, membaca quran, dan bersilaturahim. Ia bahkan melupakan hak keluarga, hak pasangan hidup, hak anak-anaknya atas dirinya, sehingga keseharianya diisi dengan bekerja dan bekerja saja. Mengurusi proyek demi proyek.

Sekalipun uang yang dihasilkan Milyaran atau bahkan lebih besar, namun kekayaan yang seperti ini justru berpotensi mencelakakan, baik di dunia maupun akhirat. Ia bisa saja ditinggalkan oleh keluarga dan kerabatnya karena mengabaikan mereka, dan bisa jadi juga ia akan ditinggalkan oleh Allah.

IZI-ers, menjadi kaya tidaklah terlarang, namun tetap perlu memperhatikan hal-hal yang bisa menjadikannya haram. Semoga kita terlindung dari kekayaan yang menjauhkan diri dari Allah. (SH)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • LAZ Alumni FK Unand dan IZI Sumatera Barat Jalin Kerjasama Penghimpunan dan Penyaluran Qurban Olahan untuk Masyarakat Gaza Palestina 26 May 2026
  • Lebih dari Sekadar Kendaraan, Ambulans IZI Antarkan Harapan Dadang ke Brebes 26 May 2026
  • IZI Jateng Lakukan Supervisi Monitoring Lapak Berkah PT KJG kepada Warti dan Yatin yang Tetap Konsisten Jalankan Usaha Kuliner di Teras Rumah 26 May 2026
  • IZI Jateng Laksanakan Supervisi Monitoring Aktivitas Produksi Difabel Katun Ungu Semarang untuk Mendukung Pengembangan Produk Batik 26 May 2026
  • Di Tengah Ikhtiar Menjaga Kesehatan dan Nafkahi Keluarga, IZI Jateng Lakukan Supervisi Program Lapak Berkah 26 May 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,179)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (254)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,433)
  • Keluarga (438)
  • Kesehatan (679)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (235)
  • Lain-lain (298)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (316)
  • Muda-Mudi (553)
  • Nuansa Keislaman (365)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (326)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,225)
  • Potret Donatur (113)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat

Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI Nomor 1754 Tahun 2025

Kantor Pusat

Alamat :
Jl. Raya Condet No. 27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor  :
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB

Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Tel: (021) 8778 7325
Whatsapp: 0812 1414 789
Fax: (021) 8778 7603
E-mail: [email protected]

Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya

© 2026. inisiatif Zakat Indonesia

Facebook X-twitter Youtube Instagram