Sumatera Utara – Pendidikan merupakan salah satu jalan penting bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Namun, keterbatasan ekonomi seringkali menjadi hambatan bagi keluarga prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Melalui Program Bantuan Biaya Pendidikan, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Utara terus berupaya membantu pelajar dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Pada Selasa (23/6/26), IZI Sumut menyalurkan bantuan pendidikan kepada Khalfani Raegan, seorang pelajar kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang berdomisili di Jalan Mustafa Raya, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Bantuan yang diberikan berupa santunan uang tunai untuk membantu meringankan biaya pendidikan Raegan. Program ini merupakan salah satu program unggulan IZI di bidang pendidikan yang ditujukan bagi pelajar dari keluarga dengan keterbatasan finansial. Raegan adalah anak kedua dari empat bersaudara. Ia memiliki semangat tinggi untuk terus belajar dan bercita-cita mengangkat kembali derajat keluarganya. Namun, perjalanan pendidikannya kini dihadapkan pada kondisi ekonomi keluarga yang semakin terbatas.

Sejak tahun 2025, ayah Raegan mengalami penyakit diabetes yang cukup berat hingga mengakibatkan salah satu kakinya harus diamputasi. Kondisi tersebut membuat sang ayah tidak lagi dapat bekerja seperti sebelumnya. Kini, kebutuhan keluarga bergantung pada sang ibu yang bekerja sebagai buruh produksi di salah satu usaha makanan di sekitar tempat tinggal mereka. Dengan penghasilan yang terbatas, keluarga Raegan harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pendidikan anak-anak. Selain Raegan, adiknya yang masih duduk di kelas III Madrasah Ibtidaiyah (MI) juga mengalami kendala pendidikan. Keduanya memiliki tunggakan biaya SPP serta kebutuhan penunjang sekolah lainnya yang belum dapat terpenuhi. Sebelum sang ayah jatuh sakit, keluarga Raegan hidup dalam kondisi yang cukup. Namun, penyakit yang dialami sang ayah mengubah keadaan keluarga secara drastis. Kehilangan sumber penghasilan utama membuat keluarga harus menyesuaikan diri dengan berbagai keterbatasan dan perjuangan hidup yang tidak mudah.

Saat tim IZI Sumut tiba di kediaman keluarga Raegan, sang ayah menyambut dengan penuh antusias. Dengan kondisi fisik yang terbatas, ia berjalan menggunakan tangan sambil menyeret kaki yang masih tersisa. Dalam pertemuan tersebut, ia menceritakan kondisi kesehatannya yang kemudian berdampak besar terhadap perekonomian keluarga, termasuk kelanjutan pendidikan anak-anaknya. Keadaan tersebut juga membuat sang ibu harus mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga. Meski demikian, kedua orang tua Raegan tetap berusaha agar anak-anak mereka dapat terus bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Setelah menerima bantuan dari IZI Sumut, ibu Raegan, Rahayu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada putranya. “Alhamdulillah, terima kasih kepada IZI dan para donatur atas bantuan yang diberikan untuk pendidikan anak kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga Allah membalas setiap kebaikan IZI dan para donatur dengan keberkahan serta rezeki yang berlipat,” ungkap Rahayu.

Melalui Program Bantuan Biaya Pendidikan, IZI Sumatera Utara berharap dapat membantu meringankan beban keluarga Raegan sekaligus menjaga semangat belajar anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tidak terhenti karena keterbatasan biaya. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui IZI. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi jalan hadirnya harapan bagi anak-anak Indonesia untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan membangun masa depan yang lebih baik.