Sumatera Utara – Pendidikan merupakan hak setiap anak. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu faktor yang menghambat banyak anak untuk melanjutkan pendidikannya. Pada Kamis (18/6/26) IZI Sumut menyalurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan kepada seorang pelajar bernama Ayra Hasha yang berdomisili di Kelurahan Sei Gelugur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Bantuan yang diberikan berupa santunan uang tunai untuk membantu kebutuhan pendidikan serta dua buah Al-Qur’an sebagai sarana pendukung pembelajaran dan pembinaan keislaman.
Ayra merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang baru saja menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar. Namun, keterbatasan ekonomi yang dialami keluarganya membuat rapor dan ijazah Ayra belum dapat diambil. Kondisi tersebut tentu menjadi kendala besar bagi Ayra untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama. Ayah Ayra bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu dan sering kali belum mencukupi kebutuhan dasar keluarga. Di sisi lain, sang ibu sedang berjuang melawan kanker usus yang dideritanya sejak tahun 2024. Kondisi kesehatannya yang terus menurun membuatnya lebih banyak terbaring di tempat tidur dan harus rutin menjalani pengobatan berupa terapi sinar maupun kemoterapi di rumah sakit.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus biaya pengobatan sang ibu, kakak laki-laki Ayra turut bekerja serabutan. Dari penghasilan yang terbatas tersebut, keluarga harus memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, membeli susu, hingga memenuhi kebutuhan medis ibunda Ayra yang saat ini menggunakan kantong khusus untuk menampung sisa pencernaan akibat kondisi penyakit yang dideritanya. Perjalanan menuju kediaman Ayra pun membutuhkan perjuangan tersendiri. Rumah yang ditempati keluarga tersebut berada di ujung gang dengan akses jalan tanah yang dipenuhi rerumputan. Saat hujan turun, jalanan menjadi licin dan berlumpur. Di sepanjang perjalanan, hamparan kebun sawit dan pepohonan mengiringi langkah menuju rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal keluarga Ayra.
Sesampainya di lokasi, tim IZI Sumut disambut hangat oleh keluarga. Kondisi sang ibu yang sedang terbaring di tempat tidur tepat di depan pintu masuk menjadi pemandangan pertama yang terlihat. Obrolan ringan pun mengalir, mulai dari kondisi kesehatan yang sedang dihadapi hingga kekhawatiran keluarga terhadap kelanjutan pendidikan Ayra. Sebelumnya, orang tua Ayra sempat merasa putus asa dan bingung mengenai masa depan pendidikan putrinya. Di tengah keterbatasan yang mereka alami, seorang sahabat sang ibu mencoba memberikan semangat dan mengenalkan Program Bantuan Biaya Pendidikan IZI sebagai salah satu jalan ikhtiar untuk membantu Ayra tetap melanjutkan sekolah.

Setelah menerima bantuan, ibunda Ayra tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan IZI yang telah peduli terhadap pendidikan putrinya. “Alhamdulillah, alhamdulillah, terima kasih banyak ya Bu. Terima kasih IZI dan donatur IZI atas kepeduliannya terhadap anak saya. Semoga IZI dan para donatur diberi kesehatan dan kemurahan rezeki dari Allah. Semoga kebaikan Ibu dan IZI Allah balas dengan berlipat kebaikan,” ungkapnya penuh haru.
Melalui Program Bantuan Biaya Pendidikan, IZI Sumatera Utara berharap semakin banyak anak-anak dari keluarga prasejahtera yang tetap memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita melalui pendidikan. Bantuan yang diberikan bukan hanya membantu meringankan beban biaya sekolah, tetapi juga menjadi penyemangat bagi keluarga yang tengah berjuang menghadapi berbagai ujian kehidupan.