Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Ketika Merasa Iri dengan Harta Orang Lain

Ayu Lestari2018-05-22T09:25:53+07:00
Ayu Lestari Muda-Mudi 0 Comments

IZI-ers, pernahkah merasa iri terhadap apa-apa yang dimiliki atau didapatkan oleh orang lain? Misalnya iri dengan koleksi kendaraan mewah orang lain, iri dengan keberhasilan usaha orang lain, iri dengan popularitas orang lain atau rasa iri lainnya yang sejenis?

Rasa iri sebenarnya muncul dari kurangnya rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan ke kita lho. Rasa iri juga timbul akibat salah fokus, kita terlalu fokus pada apa yang tidak kita miliki, terutama kenikmatan duniawi. Padahal Rasulullah telah mengingatkan untuk tidak berlomba dalam mencari kemewahan dunia.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jauhilah oleh kalian prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kalian saling memata-matai, saling mencari aib orang lain, saling berlomba-lomba mencari kemewahan dunia, saling dengki, saling memusuhi, dan saling memutuskan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.“(HR Malik No 1412)

Ada beberapa alasan lainnya mengapa bisa merasa iri pada kemewahan yang diperoleh orang lain, di antaranya:

  1. Belum menyadari bahwa di akhirat kelak setiap harta akan dipertanyakan asalnya dan untuk apa saja penggunaannya

Banyak orang yang mungkin belum menyadari, bahwa apa yang dimilikinya selama di akhirat kelak akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk harta.

Banyak harta memang biasanya akan membuat seseorang memperoleh status sosial yang tinggi di tengah masyarakat, namun belum tentu mendapatkan kedudukan yang tinggi di mata Allah jika harta tersebut tidak pernah dipergunakan di jalan-Nya.

Dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam beliau bersabda: “Kaki Anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya.”(HR Tirmidzi No 2340)

  1. Belum tahu bahwa kita hanya diperbolehkan iri terhadap 2 orang saja

Iri itu sebenarnya hanya merugikan diri sendiri. Hati yang iri dipenuhi dengan kebencian dan angan-angan yang melenakan. Padahal tidak seharusnya iri kepada orang yang banyak hartanya,namun irilah hanya kepada dua jenis orang ini:

Abdullah bin Mas’ud berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh mendengki kecuali terhadap dua hal; (terhadap) seorang yang Allah berikan harta lalu dia pergunakan harta tersebut di jalan kebenaran dan seseorang yang Allah berikan hikmah lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain”. (HR Bukhari No 71)

  1. Lupa bahwa harta tidak dibawa mati

Banyak juga orang yang berlomba-lomba mencari kekayaan duniawi seolah hartanya tersebut akan dibawa mati. Padahal ketika seseorang mati, maka harta tersebut tidak akan memberikan maslahat apapun bagi si mayit.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.”

Yang benar adalah memperbanyak harta tapi juga memperbanyak sedekah untuk bekal di akhirat.

  1. Lupa bahwa kemewahan bisa mematikan hati

Tidak masalah dengan bekerja keras mencari rezeki. Wajib malah. Rasulullah dan para sahabat juga termasuk orang kaya yang hartanya melimpah. Namun mereka tidak pernah lupa akan kewajibannya untuk bersedekah. Harta mereka jauh lebih berkah.

Namun bagi hamba dunia yang hanya mengejar kemewahan harta terkadang lupa bahwa ada hak-hak orang lain di dalam harta yang mereka miliki. Mereka fokus memgumpulkan pundi-pundi namjn enggan memberikan sebagian rezekinya untuk digunakan di jalan Allah. Tak sedikit pula yang hanya fokus mencari uang dan melupakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Bagi mereka, waktu adalah uang, dan akan rugi jika waktu mereka terbuang untuk sekedar beribadah shalat lima waktu. Kemewahan dunia sungguh dapat mematikan hati. Itu sebabnya setiap muslim harus waspada akan fitnah harta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda: “Berilah kabar gembira dan carilah apa yang dapat membuat kalian gembira. Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan terhadap diri kalian, akan tetapi yang aku khawatirkan terhadap diri kalian adalah dibentangkannya kemudahan dunia pada diri kalian sebagaimana dibentangkannya kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba untuk mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba, sehingga harta tersebut akan membinasakan kalian sebagaimana keluasan dunia membinasakan mereka.”(HR Ibnu Majah No 3987)

Rasa syukur sangatlah penting agar seorang hamba dijauhkan dari rasa iri dan dengki. Jangan pernah lupa, bahwa harta yang dimiliki hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh pemiliknya, Allah Subhanahu Wata’ala. (SH/RI)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025