Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Larangan Berlebihan dalam Berinfak

Ayu Lestari2018-06-08T04:00:52+07:00
Ayu Lestari Ayat of the Week 0 Comments

Amalan yang  paling dicintai oleh Allah adalah aalan yang dikerjakan terus-menerus meskipun sedikit.

Dari Aisyah radliallahu ‘anha bahwa dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya; “Amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Dia menjawab; ‘Yang dikerjakan terus menerus walaupun sedikit, lalu beliau bersabda: ‘Beramallah sesuai dengan kemampuan kalian.’

Amalan tersebut bermacam-macam bentuknya, bisa qiyamul lail, shalat dhuha, puas sunnah, dan amalan lainnya yang sesuai dengan ajaran Rasulullah, termasuk berinfak.

Allah berfirman:

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,” (QS. Al-Furqan [25]:67)

Seorang muslim dilarang pelit, tapi juga ternyata dilarang untuk berlebihan dalam bersedekah, mengapa demikian?

  1. Menjadi menyesal

Berinfaklah sebagaimana kemampuan diri sendiri. Tidak perlu berlebihan apalagi jika sampai harus utang sana-sini.

Allah memang tidak menyukai orang yang kikir, tetapi juga tidak menyukai orang yang berlebihan. Jadi sangat penting untuk mengenali kemampuan diri sebelum beramal.

“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. Sesungguhnya Rabb-mu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Israa[17]: 29-39)

  1. Menahan sebagian harta penting untuk menjamin diri kita tidak meminta minta

Menginfakkan harta di jalan Allah adalah perbuatan yang mulia, namun juga harus menjaga izzah agar tidak menjadi peminta-minta. Hal ini dapat dilakukan dengan menyusihkan harta yang dapat dipergunakan bagi diri-sendiri.

Ka’ab bin Malik berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya salah satu bukti dari tobatku adalah dengan melepaskan diriku dari seluruh hartaku untuk Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda: “Tahanlah sebagian hartamu, itu lebih baik bagimu.” Ia berkata, “Saya menahan saham saya yang ada di Khaibar.” (HR Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad, Ibnu Hibban).

  1. Meninggalkan keluarga dalam kondisi berkecukupan lebih baik daripada meninggalkan keluarga dalam kondisi miskin

Bagi yang memiliki tanggungan, tentunya harus memikirkan tanggungan mereka sebelum berinfak. Bahkan tidak dibenarkan untuk berinfak jika masih ada dirinya, atau orang-orang yang di dalam tanggungannya, qtau kerabat dekatnya masih ada yang membutuhkan bantuan.

Juga dianjurkan meninggalkan ahli waris dalam keadaan kaya, bukan keadaan serba kekurangan.

Ketika Sa’ad bin Abi Waqash sakit keras, ia menyangka ajalnya akan datang. Ketika itu ia ingin menyedekahkan seluruh hartanya. Bagaimanakah sikap Rasulullah dalam hal ini?

Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, ”Rasulullah menjengukku karena sakit keras yang menimpaku saat haji Wada’.

Aku berkata, ‘Engkau sudah melihat apa yang aku alami, sementara aku adalah seorang yang mempunyai harta dan tidak ada yang menjadi ahli warisku kecuali seorang anak perempuan. Apakah aku bisa bersedekah dengan dua pertiga hartaku?’

Beliau menjawab, ‘Tidak.’

Aku bertanya, ‘Bagaimana kalau separuhnya?’

Beliau menjawab, ‘Tidak.’

Aku bertanya, ‘Bagaimana kalau sepertiga?’

Beliau menjawab:“Sepertiga itu banyak. Engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta-minta kepada manusia. Tiadalah engkau menafkahkan sesuatu dengan mengharap pahala dari Allah maka engkau akan diberi pahalanya sampai apa yang engkau masukkan ke dalam mulut istrimu sendiri’.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Malik).

Bersedekahlah semampunya, dan tidak perlu berlebih-lebihan. Kenali kemampuan diri, dan janganlah menjadi hamba-Nya yang kikir. (SH/RI)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • IZI Salurkan Zakat Fitrah untuk Mualaf, Fakir, dan Lansia di Kelurahan Puhun Tembok dan Manggis Ganting 20 March 2026
  • Bahagiakan Warga Pelosok Gunungkidul, IZI DIY Salurkan Zakat Fitrah dan Benah Musholla di Dusun Gunung Gambar 20 March 2026
  • Dari kepedulian menjadi kebahagiaan, Satu Langkah Kebaikan Seribu Senyuman 20 March 2026
  • IZI Jateng Salurkan Bantuan Lapak Berkah untuk Dua Penerima Manfaat di Kota Semarang 20 March 2026
  • Harapan di Ujung Ramadan: Senyum Yatim & Duafa Pondok Labu Berkat Hadiah Lebaran dari Donatur IZI 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (222)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,303)
  • Keluarga (434)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (343)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,190)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (559)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025