Sumatera Utara – Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Sumatera Utara kembali menggelar pembinaan keislaman rutin pada Selasa (4/8/26) dengan mengangkat tema “Dzikir dan Do’a Setelah Shalat”. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara ini diikuti oleh para pasien beserta pendamping yang tengah menjalani ikhtiar pengobatan di RSUP H. Adam Malik, Medan. Pembinaan keislaman kali ini disampaikan oleh Ustadz Abu Azka dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga dapat diterima oleh seluruh peserta dari berbagai latar belakang. Di awal kajian, Ustadz Abu Azka mengawali pertemuan dengan bertegur sapa bersama para pendamping pasien. Beliau menanyakan asal daerah, kondisi pasien yang didampingi, serta memberikan motivasi agar para pendamping senantiasa sabar, kuat, dan ikhlas dalam mendampingi anggota keluarga yang sedang diuji dengan sakit.

Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah kepada Allah SWT. Beliau mengajak untuk senantiasa menjaga shalat, memperbanyak sedekah baik di waktu lapang maupun sempit, mudah memaafkan, serta mampu menahan amarah. Beliau juga mengingatkan bahwa Allah SWT pasti akan menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sebagai bagian dari proses meningkatkan derajat dan keimanan. Ustadz Abu Azka turut mengutip firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 286 yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Beliau juga mengingatkan kandungan makna Q.S. Al-Insyirah pada dua ayat terakhir, bahwa di balik setiap kesulitan akan selalu ada kemudahan yang Allah siapkan bagi hamba-Nya.
Selain itu, beliau mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak do’a kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap kegelisahan, kesedihan, maupun harapan hendaknya disampaikan kepada Allah, bahkan untuk perkara-perkara yang dianggap kecil sekalipun. Beliau juga menganjurkan agar membiasakan dzikir istighfar menjelang waktu Subuh sebagai salah satu amalan yang dapat menenangkan hati dan memohon agar Allah mengangkat kegelisahan yang dirasakan. Dalam penyampaiannya, Ustadz Abu Azka juga mengingatkan pentingnya membersihkan hati dari berbagai penyakit batin. Beliau menyampaikan bahwa tidak sedikit penyakit yang bermula dari hati yang dipenuhi dendam, amarah, serta ketidakmauan untuk memaafkan. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh peserta untuk belajar mengikhlaskan, memaafkan, dan menjaga kebersihan hati agar hidup menjadi lebih tenang.

Menutup kajian, beliau menyampaikan sebuah pesan yang menggugah hati, “Jangan menuntut Allah karena doamu terlambat dikabulkan, tetapi tuntutlah dirimu karena terlambat melaksanakan kewajiban.” Kalimat tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT di tengah ujian yang sedang dihadapi. Selama kegiatan berlangsung, para pasien dan pendamping mengikuti kajian dengan penuh antusias. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadikan pembinaan keislaman ini sebagai ruang berbagi ketenangan, harapan, serta penguatan spiritual bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi sakit.
Melalui pembinaan keislaman yang dilaksanakan secara rutin, Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menghadirkan pendampingan spiritual yang menenangkan, sehingga para pasien dan keluarga tidak hanya memperoleh dukungan selama proses pengobatan, tetapi juga semakin dikuatkan iman, kesabaran, dan tawakalnya kepada Allah SWT.
[Fazliyah Nurhafshah – @inisiatifzakat_sumut]




