Jakarta (10/7/26) – Zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mampu mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih mandiri. Hal itulah yang dirasakan oleh Nagib, penerima manfaat program pendayagunaan ekonomi Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), yang kini berhasil bertransformasi dari seorang pedagang kebab menjadi pemilik klinik bekam sekaligus calon instruktur bekam nasional. Sebelum bergabung dalam program IZI, Nagib mengandalkan penghasilan dari berjualan kebab. Di tengah keterbatasan modal dan persaingan usaha yang semakin ketat, ia kesulitan mengembangkan usahanya. Kondisi tersebut berubah ketika ia terpilih mengikuti Program Pelatihan Keterampilan Bekam yang diselenggarakan IZI sebagai bagian dari upaya pendayagunaan ekonomi berbasis keterampilan.

Dalam program tersebut, Nagib tidak hanya memperoleh pelatihan teori, tetapi juga mendapatkan pembelajaran praktik sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) bekam yang higienis, aman, dan profesional. Untuk memperkuat kompetensinya, IZI juga memfasilitasi program magang di Rumah Sehat Holistik IZI sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Semangat belajar dan kerja keras yang ditunjukkan Nagib membuahkan hasil. Ia berhasil meraih predikat peserta terbaik dalam Ujian Standardisasi Bekam Nasional (USBN). Bekal ilmu dan sertifikasi tersebut menjadi pijakan untuk membuka klinik bekam mandiri di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Komitmen IZI tidak berhenti pada tahap pelatihan. Sebagai bagian dari upaya menciptakan dampak yang berkelanjutan, IZI kembali mendukung Pak Nagib untuk meningkatkan kapasitasnya melalui Training for Trainer (TfT) yang diselenggarakan Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) pada 8–9 Juli 2026. Melalui pelatihan ini, Pak Nagib dipersiapkan untuk menjadi trainer resmi yang memiliki kompetensi untuk melahirkan terapis-terapis bekam baru di Indonesia.

Manajemen Pendayagunaan Ekonomi IZI menegaskan bahwa kisah Nagib menjadi bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan zakat yang berorientasi pada kemandirian. “Kami tidak hanya ingin memberikan kail, tetapi juga memastikan penerima manfaat mampu menjadi mentor bagi orang lain. Dari seorang penjual kebab, kini Pak Nagib siap mencetak ahli-ahli bekam baru. Inilah esensi kemandirian dan keberkahan zakat.”

Bagi Nagib, perjalanan tersebut merupakan anugerah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. “Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada IZI serta para donatur. Dahulu saya hanya seorang penjual kebab dengan penghasilan yang tidak menentu. Program IZI benar-benar mengubah arah hidup saya. Saya mendapatkan pelatihan, magang di Rumah Sehat Holistik, hingga menjadi lulusan terbaik USBN. Alhamdulillah, hari ini saya sudah memiliki klinik bekam sendiri di Kemayoran. Dukungan IZI untuk mengikuti Training for Trainer PBI juga membuka kesempatan bagi saya untuk naik level menjadi seorang trainer. InsyaAllah amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya agar ilmu yang saya peroleh dapat terus mengalir menjadi manfaat dan amal jariyah bagi banyak orang.” tutur Nagib.

Kisah Nagib menjadi gambaran nyata bahwa zakat yang dikelola secara produktif mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Dari seorang mustahik yang menerima manfaat, kini ia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan siap membagikan ilmunya kepada masyarakat. Inilah salah satu wujud nyata keberkahan zakat dalam menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan berdampak luas.