Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Menyambung Silaturahim pada Keluarga yang Bersikap Jahat

Ayu Lestari2018-07-11T08:22:06+07:00
Ayu Lestari Keluarga 0 Comments

Ada kalanya sebuah keluarga memiliki masalah tersendiri, sampai-sampai terputuslah hubungan silaturahim. Ternyata dalam Islam, orang yang menyambung silaturahim ialah orang yang mendapat banyak ganjaran, di antaranya mendapatkan kelapangan rezeki, serta dipanjangkan usia.

Dari Anas bin Malik radiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Barangsiapa ingin dilapangkan baginya rezekinya dan dipanjangkan untuknya umurnya hendaknya ia menyambung silaturahim.” (Bukhari dan Muslim).

Sayangnya, yang disebut menyambung silaturahim bukanlah sekadar membalas kebaikan dari orang lain atau dari kerabat yang hubungannya baik-baik saja dengan kita, justru menyambung silaturahim dilakukan untuk menjalin kembali hubungan dengan orang-orang yang bersikap keras atau memutus silaturahim dari kerabatnya sendiri.

Sumber gambar: Google

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash-ra, dari Nabi Muhammad shalallaahu ‘alaihi wassalam yang bersabda: “Bukanlah orang yang menyambung (silaturrahim) itu adalah orang yang membalas (kebaikan orang lain), akan tetapi penyambung itu adalah orang yang jika ada yang memutuskan hubungan ia menyambungnya.” (HR. Ahmad, Al Bukhariy, Abu Daud, At Tirmidziy dan An Nasa’iy)

Bagaimana kalau orang yang memutus silaturahim ini tetap berbuat jahat pada diri kita, dan tetap menolak untuk bersilaturahim kembali dengan keluarga lainnya? Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa tugas kita hanyalah tetap melakukan kebaikan sekalipun tak mendapat balasan setimpal. Kelak, para pemutus silaturahim ini akan mendapatkan balasan yang pedih, sedangkan para penyambung silaturahim akan senantiasa mendapat pertolongan Allah.

Imam Muslim dan Imam Ahmad rahimahumallah meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallaahu ‘anhu, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam seraya berkata: ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki kerabat yang terus kusambung hubungan dengan mereka sedangkan mereka memutuskannya, aku berbuat baik kepada mereka dan mereka berbuat jahat kepadaku, serta mereka bersikap jahat kepadaku sedangkan aku selalu bersikap santun kepada mereka’, Beliau bersabda:

‘Jika engkau benar-benar seperti yang engkau katakan, maka seolah-olah engkau menaburkan bara panas di wajah mereka, dan senantiasa kemenangan dari Allah menyertaimu terhadap mereka, selama engkau tetap seperti itu.’” (HR Muslim)

Bagaimana pun juga, seseorang yang memutus hubungan silaturahim terancam tidak dapat memasuki syurga Allah. Yang disebut tidak bersilaturahim di antaranya enggan berinteraksi, tidak berbuat baik pada karib kerabat dan keluarga, tidak mau menolong keluarga yang memerlukan pertolongan.

“Tidaklah masuk syurga orang yang memutuskan hubungan tali silaturahim”(HR.Muslim)

Imam an-Nawawi Rahimahulloh menjelaskan dua kemungkinan pemahaman terhadap hadist ini. Pertama, maksudnya orang yang menghalalkan perbuatan memutus silaturahim tanpa sebab dan tanpa syubhat sedang dia mengetahui akan keharaman perbuatan tersebut, maka orang tersebut kafir kekal di neraka dan tidak akan masuk syurga selamanya. Kedua, Maknanya adalah tidak langsung masuk syurga bersama orang–orang yang pertama memasukinya, keterlambatannya karena disiksa terlebih dahulu sesuai kadar yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga kita bukanlah bagian dari orang-orang yang memutus tali silaturahim. (SH)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Majelis Telkomsel Taqwa Salurkan Paket Ramadan untuk Duafa di Palu dan Ternate 6 April 2026
  • Perluas Manfaat, IZI Sumatera Barat Distribusikan Zakat Fitrah ke Sejumlah Wilayah 6 April 2026
  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,319)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,200)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (574)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025