Kuningan – Semangat pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian terus tumbuh melalui Program Smartfarm Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Salah satu kisah inspiratif datang dari Nanang Juhana, petani binaan Smartfarm IZI yang berhasil mengembangkan sistem pertanian terpadu (integrated farming) sekaligus menggerakkan masyarakat di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Nanang merupakan alumni Pelatihan Patriot Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Smartfarm Academy IZI. Program pelatihan tersebut dirancang untuk mencetak petani penggerak yang mampu menjadi motor pengembangan pertanian dan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing. Hingga saat ini, Smartfarm Academy IZI telah menyelenggarakan 27 angkatan pelatihan dan pendampingan bagi petani di berbagai daerah di Indonesia.
Usai mengikuti pelatihan, Nanang segera mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya dengan mengembangkan model pertanian terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif. Berkat kegigihan dan komitmennya, ia berhasil mengajak sedikitnya 20 warga desa untuk terlibat dalam berbagai aktivitas pertanian produktif. Keberhasilan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah desa yang memberikan akses pemanfaatan lahan seluas lima hektare. Sebelumnya, lahan tersebut tidak terurus dan kurang produktif. Di tangan Nanang bersama masyarakat, lahan tersebut kini berkembang menjadi kawasan pertanian terpadu yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga sekitar.

Model integrated farming yang dikembangkan mengintegrasikan berbagai sektor usaha produktif sesuai dengan potensi dan peran kelompok masyarakat. Budidaya tanaman hortikultura dikelola oleh kelompok remaja putri, kolam budidaya ikan dikelola oleh remaja putra, peternakan domba serta pengolahan pupuk organik dijalankan oleh para bapak, sementara pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi dilakukan oleh kelompok ibu-ibu. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi berbagai kelompok masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Selain menciptakan sumber pendapatan baru, konsep pertanian terpadu juga mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan ramah lingkungan.
Nanang berharap keberhasilan yang telah dirintisnya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk turut mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber kesejahteraan bersama. “Saya berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pertanian terpadu sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh lingkungan sekitar,” ujar Nanang. Kisah Nanang Juhana menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang didukung pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak mampu melahirkan agen perubahan di tingkat desa. Melalui Program Smartfarm IZI, diharapkan semakin banyak petani yang mampu menjadi penggerak komunitas sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.