Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Pedagang yang Selalu Mendapat Untung

Ayu Lestari2019-06-20T16:50:08+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan 0 Comments

Ia lahir di lingkungan yang penuh kesenangan dan kemewahan. Ayahnya adalah walikota Abilah, satu kota yang berada dibawah kekuasaan Persi. Mereka adalah orang-orang Arab yang pindah ke Irak, jauh sebelum datangnya Islam. Diistana yang terletak ditepi sungai Eufrat kearah “Jazirah” dan “Mosul”, anak itu hidup dalam keadaan senang dan bahagia.

Suatu hari, wilayah ini diserbu pasukan Romawi. Banyak warga yang menjadi tawanan, termasuk Shuhaib yang masih kanak-kanak. Setelah itu ia menjadi budak yang diperjualbelikan. Hingga remaja ia tinggal diwilayah Romawi. Bahasa dan dialegnya juga Romawi. Kemudian akhirnya, ia dibeli oleh saudagar Mekkah, bernama Abdullah bin Jud’an .

Sang majikan tertarik dengan kecerdasan, kerajinan dan kejujuran Shuhaib. Shuhaibpun dimerdekakan, dan diberi kesempatan untuk berdagang bersamanya.
Shuhaib telah bergabung dalam kafilah orang-orang beriman. Dengan jujur ia bercerita tentang bagaimana ia menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang muslim yang sudah berbai’at kepada Rasulullah dan ajaran islam.

“Disetiap peristiwa penting yang dihadiri Rasulullah, aku pasti hadir dalam peristiwa itu. Disetiap peristiwa bai’at, aku pasti ikut. Disetiap pertempuran kecil, aku pasti ikut. Disetiap peperangan besar, aku pasti ikut dan berada disebelah kanan atau kiri Rasulullah. Jika yang ditakuti kaum muslimin berada didepan, aku pasti paling depan, dan jika yang ditakuti berada dibelakang, aku pasti berada paling belakang. Aku tidak pernah membiarkan Rasulullah berada dalam jangkauan musuh. Hingga beliau kembali kerahmatullah.”

Sungguh Shuhaib layak mendapatkan keimanan yangbegitu istimewa, sejak pertama menerima cahaya Ilahi dan menaruh tangan kanannya ditangan Rasulullah n
Perjuangan dan kesetiannya dimulai saat peristiwa hijrah. Ia tinggalkan semua kekayaan hasil dari usahanya berdagang selama bertahun tahun di Mekkah, tanpa keraguan sedikitpun.

Ketika Rasulullah hendak pergi hijrah, Shuhaib mengetahuinya. Semestinya ia menjadi orang ketiga dalam hijrah tersebut. Rasulullah, Abu Bakar dan dirinya. Tetapi orang-orang Quraisy telah mengatur strategi dimalam harinya untuk mencegah hijrahnya Rasulullah.
Shuhaib terjebak dalam satu perangkap mereka, hingga terhalang untuk hijrah untuk sementara waktu, sementara Rasulullah dan Abu Bakar berhasil meloloskan diri dengan izin Allah.
Shuhain berusaha menolak tuduhan orang-orang Quraisy dan mengatur siasat. Ketika mereka lengah, dengan mengendarai unta ia berhasil lolos dan mengarungi sahara yang luas membentang. Namun orang-orang Quraisy tidak tinggal diam. Mereka mengirim pemburu-pemburu mereka untuk menyusulnya dan usaha itu hampir berhasil.

Ketika Shuhaib melihat kedatangan mereka, ia berteriak, “Hai orang-orang Quraisy, kalian semua tahu aku jago memanah, aku akan membidik kalian dengan semua anak panah yang aku bawa. Setelah itu, aku akan melawan kalian dengan semua anak panah yang aku bawa. Sekarang tersah kalian, jika kalian ingin mendekat, mendekatlah, atau aku tunjukan dimana harta kekayaanku dan kalian biarkan aku pergi ?”
Ternyata mereka lebih tertarik dengan harta kekayaan Shuhaib. Mereka berkata, “Dahulu sewaktu kamu datang kepada kami, kamu hanyalah orang miskin. Setelah berada ditengah kami, kamu menjadi kaya raya. Lalu sekarang kamu akan pergi dengan membawa harta itu?”
Shuhaib menunjukan tempat penyimpanan hartanya. Mereka membiarkan Shuhaib dan mereka kembali ke Mekkah.

Yang menarik adalah mereka percaya ucapan Shuhaib tanpa sedikit keraguan. Mereka sama sekali tidak meminta bukti atau sumpah. Artinya mereka sudah mengetahui Shuhaib adalah orang yang jujur.
Shuhaib melanjutkan perjalanan hijrahnya seorang diri dengan bahagia, hingga akhirnya berhasil menyusul Rasulullah di Qubah yang waktu itu sedang duduk dikelilingi olh beberapa orang sahabat. Melihat kedatangan Shuhaib, Rasulullah berseru dan bergembira.
“perdaganganmu sungguh mendapatkan laba yang besar, hai Abu Yahya (Suhaib). Perdaganganmu sungguh mendapatkan laba yang besar, hai Abu Yahya.”
Saat itu Allah menurunkan firman-Nya :

“Dan Diantara manusia ada orang-orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya 
(Al-Baqarah : 207)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • IZI Gelar Aksi Solidaritas Atas Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 22 May 2026
  • Harapan di Pagi Hari, IZI Sumbar Salurkan Program Sedekah Subuh untuk Para Pejuang Nafkah 21 May 2026
  • Pelatihan Ecoprint Jadi Aktivitas Positif bagi Jamaah Pesantren Lansia Bogor 21 May 2026
  • Belajar Menjaga Asupan, Jaga Harapan Kesembuhan: Sekolah Pendamping di RSP IZI Jateng Bekali Keluarga Pasien Soal Gizi Selama Pengobatan 20 May 2026
  • Kemenag Provinsi Riau Laksanakan Visitasi Perpanjangan Izin Operasional ke Kantor IZI Perwakilan Riau 20 May 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,179)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (249)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,417)
  • Keluarga (438)
  • Kesehatan (674)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (233)
  • Lain-lain (296)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (316)
  • Muda-Mudi (552)
  • Nuansa Keislaman (363)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (325)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,224)
  • Potret Donatur (113)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat

Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI Nomor 1754 Tahun 2025

Kantor Pusat

Alamat :
Jl. Raya Condet No. 27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor  :
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB

Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Tel: (021) 8778 7325
Whatsapp: 0812 1414 789
Fax: (021) 8778 7603
E-mail: [email protected]

Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya

© 2026. inisiatif Zakat Indonesia

Facebook X-twitter Youtube Instagram