Pemantapan Akhir, IZI dan Paragon Corp Gelar Kegiatan Try Out Menuju Ujian Sertifikasi Terapis Bekam Paradaya Movement 2.0

Jakarta – Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menghadapi Ujian Sertifikasi Terapis Bekam, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dan Paragon Corp menyelenggarakan kegiatan try out bagi terapis Program Paradaya Movement 2.0. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (25/7/26) di IZI Perwakilan Jakarta. Kegiatan ini menjadi tahap akhir pembekalan untuk mengukur kesiapan terapis sebelum mengikuti ujian sertifikasi, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi teori dan praktik bekam yang telah dipelajari selama masa pelatihan.

Try Out ini diselenggarakan untuk mengukur sejauh mana pemahaman terapis terhadap materi bekam yang telah dipelajari selama masa pelatihan. Ujian dilaksanakan melalui Google Form dengan mengerjakan sekitar 60 soal pilihan ganda yang mencakup materi teori dan kompetensi dasar yang akan diujikan pada sertifikasi terapis.

Hasil dari try out menunjukkan bahwa nilai para terapis berada pada rentang 71 hingga 93. Dari hasil tersebut, terlihat bahwa sebagian peserta sudah memahami materi dengan baik, sementara beberapa peserta lainnya masih perlu belajar lebih giat agar dapat mencapai target nilai di atas 90 pada ujian nanti. Setelah pelaksanaan try out, para terapis diajak untuk mengulas jawaban yang benar sekaligus membahas soal-soal yang masih banyak keliru dan melakukan tanya jawab mengenai materi yang belum dipahami.

Selanjutnya, para terapis mempraktikkan penyiapan alat bekam sesuai standar, dan kemampuan terapis terlihat semakin baik. Para terapis sudah mampu menyiapkan peralatan dengan benar, meskipun masih ada beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki. Terapis juga aktif bertanya mengenai mekanisme ujian sertifikasi, materi yang akan diujikan, serta teknis pelaksanaan ujian.

Kegiatan try out ini menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan terapis menghadapi ujian sertifikasi. Melalui evaluasi teori, pembahasan materi, dan penyempurnaan praktik penyiapan alat bekam, diharapkan terapis semakin memahami materi serta prosedur yang sesuai standar. Keberhasilan dalam meraih sertifikasi nantinya diharapkan menjadi pintu pembuka bagi para peserta untuk meningkatkan profesionalisme, memperluas peluang kerja, serta membangun kemandirian ekonomi.

[Ferdi/PDG – @inisiatifzakat_jakarta]