Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Pemimpin Lalai, Tanda Akhir Zaman

Ayu Lestari2019-01-15T08:17:04+07:00
Ayu Lestari Motivasi leadership, pemimpin, pemimpin dalam islam, pemimpin lalai 0 Comments

Manusia tidak pernah tahu kapan masa akhir zaman akan muncul. Namu, dalam banyak riwayat Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam telah memberikan tanda-tanda datangnya akhir zaman. Yakni salah satunya adalah menyoal pemimpin yang lalai.

Disarikan dari buku FItnah dan Petaka Akhir Zaman (Detik-detik menuju hari kehancuran alam semesta) oleh Abu Fatiah al-Adnani yang mengupas Bab Tanda-Tanda Kiamat Kecil. Salah satu diantaranya adalah HIlangnya Amanat, Naiknya Kedudukan Orang-orang Rendahan, dan Penyerahan Urusan kepada Bukan Ahlinya.

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda: “Apabila amanat telah disia-siakan, maka tunggulah Kiamat.” Seseorang bertanya: “Bagaimana amanat itu disia-siakan, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Jika urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah Kiamat.”

Dalam Ash-Shahih disebutlan: “Bila urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah Kiamat.”

Hudzaifah berkata: “Rasulullah pernah menceritakan dua peristiwa kepada kami, aku pernah melihat salah satu dari kedua peristiwa itu dan sedang menunggu peristiwa yang satunya. Beliau menceritakan bahwa amanat itu turun di akar-akar hati manusia, kemudian mereka mengetahui Al-Qur’an, kemudian mengetahui As-Sunnah.

Beliau bercerita kepada kami tentang tercabutnya amanah itu, kata beliau: ‘Seorang laki-laki tidur, lantas amanat dicabut dari hatinya, sehingga bekasnya tinggal seperti bekas titik. Kemudian ia tidur satu kali, lantas amanat itu dicabut. Sehingga tinggallah bekasnya seperti kulit yang melepuh, seperti sebutir bara yang engkau gelindingkan di kakimu, lantas melepuh sehingga kau lihat ia membengkak tapi di dalamnya kosong. Lantas manusia berjual beli sehingga hampir-hampir tidak ada seorang pun dari mereka yang menunaikan amanat.

Lantas dikatakan: ‘Di tengah-tengah Bani Fulan ada seorang laki-laki yang amanat!’, juga dikatakan tentang seseorang: “Alangkah cerdasnya ia, alangkah eloknya ia, alangkah teguhnya ia” padahal di dalam dirinya tidak ada keimanan seberat biji sawi pun. Sungguh, telah lewat suatu masa, dimana saya tidak peduli kepada siapa aku melakukan transaksi jual beli, jika ia seorang muslim, hal itu akan mengembalikannya kepada Islam, dan jika ia seorang Nasrani, maka pemimpinnya yang akan mengembalikannya kepadaku, adapun hari ini, maka aku tidak akan membeli kecuali kepada Fulan dan Fulan.”

Riwayat sahabat Khuzaifah di atas menggambarkan betapa zaman akhir yang akan dilewati oleh manusia adalah munculnya generasi yang secara dzahir terlihat alim dan shalih, berpegang teguh dengan janji dan amanat, namun sebenarnya mereka bukan termasuk ahlinya.

Orang-orang awam menyangka bahwa guru mereka, syaikh mereka, kyai dan ulama mereka adalah orang-orang yang memiliki keimanan dan pendirian agama yang kuat, padahal dalam diri mereka tidak ada keimanan sedikitpun. Di antara sebab mengapa keimanan itu dicabut dari hati mereka adalah kecenderungan para ulama tadi dengan dunia dan akrabnya mereka dengan penguasa.

Lalu mereka terkena fitnah penguasa tadi hingga keberanian untuk menyampaikan al haq menjadi terhalang. Padahal saat yang sama, para ulama yang sedemikian dekat dengan penguasa thaghut ini tetap dianggap sebagai ulama pewaris para nabi oleh pengikutnya yang taklid dan hanya mengekor. Maka orang-orang yang sebenarnya memiliki keimanan yang kuat justru semakin dijauhi, dianggap kelompok pembangkang, terindikasi virus Khawarij dan mendapat stigma ahlu bi’ah.

Itulah kondisi akhir zaman. Manusia-manusia busuk yang berkhianat dianggap sebagai orang jujur dan mendapat kepercayaan, sementara hamba-hamba Allah yang jujur mendapatkan pengkhianatan. Para mujahid dituduh sebagai teroris dan para teroris itu dipuji sebagai pemelihara keamanan.

Nabi telah berbicara tentang masa tersebut dimana seluruh ukuran telah rusak, beliau bersabda: “Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun tipu daya, dimana pendusta dibenarkan, sedangkan orang jujur didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang amanat dianggap pengkhianat, di masa itu ruwaibidhah berbicara. Beliau ditanya; “Apakah ruwaibidhah itu?” Beliau bersabda: “Orang bodoh yang berbicara tentang persoalan banyak orang.” (susi)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025