Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Penuntut Ilmu Baiknya Perhatikan 8 Adab Ini

Ayu Lestari2019-02-12T02:10:27+07:00
Ayu Lestari Adab adab menuntut ilmu, adab menuntut ilmu dalam islam, ilmu dalam islam, motivasi 0 Comments

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan memepelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketanangan, dan aham menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan mahluk yang didekatntya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya” (HR. Abu Hurairah)

Sahabat, dalam kutipan hadist tersebut Rasulullah mengatakan bahwa Allah membanggakan orang-orang yang menuntun ilmu agama. Namun tidak hanya di situ, ada beberapa adab bermajelis ilmu agar rahmat dan keberkahan Allah senantiasa menaungi ilmu yang kita pelajari.

Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengatakan:

علم بلا أدب كنار بلا حطب، و أدب بلا علم كروح بلا جسد

“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh”

Di antara adab yang seharusnya diperhatikan seorang muslim ketika berada di majelis ilmu adalah sebagai berikut :

  1. Berkumpul bersama orang-orang shaleh

“Seorang mengikuti agama temannya, maka hendaknya ia lihat orang yang menemaninya” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Rasulullah mengibaratkan teman yang shaleh seperti penjual minyak wangi, sedangkan teman buruk seperti pandai besi.

Rasulullah bersabda “ Perumpamaan orang shaleh dengan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dengan tukang pandai besi, bisa jadi penjual minyak wangi itu akan menghadiahkanmu atau kamu membeli darinya atau kamu akan mendapatkan wanginya, sedangkan tukang pandai besi hanya akan membakar bajumu atau kamu akan mendapatkan bau tidak sedap (HR. Bukhari Muslim)

Muslim lebih baik memilih dan mencari teman yang shaleh dan bertakwa. Karena orang yang saleh dan bertakwa akan menjadikan teman orang yang seperti dirinya, karena teman yang tidak baik dapat mempengaruhi dirinya.

 

  1. Mengucapkan salam dan tidak merebut tempat duduk orang lain

“Apabila salah seorang di anatara kamu tiba di majelis, maka hendaknya ia mengucapkan salam. Jika ia ingin duduk, maka silahkan duduk. Kemudian apabila dia bangun maka hendaklah ia mengucapkan salam, karena salam yang pertama tidak lebih berhak daripada salam yang terakhir” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)

“Tidak boleh seorang membangunkan orang lain dari tempat duduknya, lalu ia duduk di situ. Tetapi (katakanlah), Geser dan luaskanlah” (HR. Ahmad dan Muslim)

Meskipun seseorang itu adalah orang penting, tinggi pangkatnya atau orang terhormat tidak ada perbedaan dalam bermajelis ilmu. Tidak boleh ia meminta orang berpindah duduk untuk dirinya karena merasa terhormat, karena manusia adalah keturunan Adam tidak ada beda dengan satu yang lainnya.

 

  1. Tidak berbisik berduaan

Ibnu Mas`ud Radhiallaahu ‘anhu menuturkan : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bila kamu tiga orang, maka dua orang tidak boleh berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga sehingga kalian bercampur baur dengan orang banyak, karena hal tersebut dapat membuatnya sedih.” (Muttafaq’alaih).

 

  1. Duduk tenang dan tidak banyak tertawa

Banyak tertawa selain dapat mengganggu orang lain saat di majelis ilmu juga bisa mematikan hati. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena banyak tawa itu mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

 

  1. Tidak duduk di antara kedua orang kecuali dengan izinnya

“Tidak boleh diduduki (tempat) di antara kedua orang kecuali dengan izin keduanya.” (HR. Abu Dawud)

 

  1. Memudahkan dan memberikan kelapangan untuk yang baru datang.

Seringnya kita temui saat di majelis ilmu, orang yang baru datang kesulitan mencapatkan tempat duduk karena orang yang datang lebih awal tidak mau bergeser. Sebagai penuntut ilmu hendaknya ia memberikan kelapangan semampunya kepada yang baru datang dan tidak bersikap egois.

“Wahai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu, “Berlapang-lapanglah dalam majelis,” maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di anatara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujadilah:11)

 

  1. Menjaga sikap dan tidak mengganggu orang lain.

Seorang muslim hendaknya berusaha untuk tidak mengganggu saudaranya ketika bersin, menguap, batuk, buang angina dan riak.

 

  1. Mengucapkan salam ketika pulang dan menutup majelis dengan doa kaffaratul majelis

Termasuk adab yang baik, seorang muslim ketika hendak pulang meminta izin kepada orang-orang yang duduk bersamanya dan mengucapkan salam kepada mereka. Dan menutup majelis dengan doa Kaffaratul majelis.

Rasulullah bersabda :

“Kafaratul Majelis adalah seorang hamba berkata, “Mahasuci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau saja, dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku meminta ampun dan bertobat kepada-Mu.” (HR. Thabrani)

Demikian paparan singkat tentang adab menuntut ilmu yang telah dirangkum dari berbagai sumber. Semoga dengan memperhatikan adab ilmu yang didapat semakin berkah dan bermanfaat di dunia dan akhirat.

(Ayu Lestari)

 

 

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BDI Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 9 Sebar Puluhan Qur’an di Kukar dan Samarinda 12 March 2026
  • Paragon Corp DC Samarinda dan IZI Kaltim Salurkan 200 Paket Sembako Ramadan untuk Warga Samarinda 12 March 2026
  • Rambut Rontok Karena Kemoterapi, Tak Lunturkan Semangat Ningsih Pasien RSP IZI Jateng untuk Sembuh 12 March 2026
  • 110 Paket Buka Puasa untuk Santri dan Jamaah Musholla Disalurkan IZI Kaltim–BDI PHKT 12 March 2026
  • IZI Kaltim Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Janda Lansia dan Warga Miskin 12 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,168)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (220)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,195)
  • Keluarga (428)
  • Kesehatan (646)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (534)
  • Nuansa Keislaman (319)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (290)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,139)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (456)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025