Semarang — Penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting dalam mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang balita. Sebanyak 45 kader Posyandu dari tiga kelurahan ring 1 PT PLN Indonesia Power UBP Semarang mengikuti Program Pelatihan Kader Hebat Cegah Stunting bertema “Sehatkan Balita, Kuatkan Komunikasi” yang digelar PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah di Aula Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Rabu (5/8/26). Peserta terdiri dari 25 kader Kelurahan Tanjung Mas, 10 kader Kelurahan Kemijen, dan 10 kader Kelurahan Tambakrejo.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama IZI Jawa Tengah dalam mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah ring 1 perusahaan. Pembekalan diberikan untuk meningkatkan kapasitas kader agar mampu menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan baik sekaligus mendukung deteksi stunting secara lebih cepat. Eva Wirabuana selaku Manajer Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang menyampaikan, “Kegiatan ini merupakan prioritas kami dalam rangka mencegah stunting di wilayah sekitar perusahaan. Sebagai perusahaan pembangkit listrik, kami tidak semata-mata menjalankan proses bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menekan angka stunting di wilayah ring 1 perusahaan dengan kolaborasi pemberdayaan dan pelayanan masyarakat yaitu berupa produk telur tinggi protein asam amino esensial KWT Cantik Bahari untuk atasi stunting,” ujar Eva.
Pembekalan diberikan langsung oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui tiga materi utama. Permata Laila Kurniastuti, S.Gz. selaku Ahli Pertama Nutrisionis menyampaikan materi ASI Eksklusif, Daranida Normandia Visina, S.K.M. selaku Penata Kelola Layanan Kesehatan membawakan materi Komunikasi Antar Pribadi, dan Yusuf Hidayat, S.Gz. selaku Penelaah Teknis Kebijakan memberikan materi MPASI. Siti Endah Wahyuningsih, SKM, M.Si, M.Gz. selaku Ketua Tim Kerja Pemberdayaan Masyarakat dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Semarang menyampaikan, “Kegiatan ini sangat penting karena pelatihan kader akan sangat berguna untuk membekali kader sehingga dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kader juga dapat mendeteksi stunting lebih cepat, karena stunting dapat memengaruhi tingkat kecerdasan, kondisi fisik, dan tentunya kesehatan. Dengan demikian, para kader dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan materi yang telah diberikan,” ujar Siti Endah.

Pelatihan juga diperkuat dengan pendampingan puskesmas sesuai wilayah masing-masing. Puskesmas Bandarharjo mendampingi kader Posyandu Kelurahan Tanjung Mas, Puskesmas Kaligawe mendampingi kader Kelurahan Tambakrejo, sedangkan Puskesmas Karangdoro mendampingi kader Kelurahan Kemijen. Retno Widowati selaku Kepala Kantor Perwakilan IZI Jawa Tengah berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan. Sementara itu, Rukmi Ambarwati selaku kader Posyandu wilayah Tanjung Mas mengungkapkan bahwa materi yang diberikan menjadi bekal penting dalam menjalankan peran kader di masyarakat. “Materinya sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih memahami bagaimana menyampaikan edukasi kepada orang tua, terutama tentang ASI Eksklusif, MPASI, dan komunikasi yang baik,” ungkap Rukmi.
Melalui kolaborasi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, IZI Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan puskesmas wilayah, Program Pelatihan Kader Hebat Cegah Stunting diharapkan mampu memperkuat peran kader sebagai penggerak edukasi kesehatan di masyarakat. Penguatan kapasitas kader menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi balita, meningkatkan kualitas komunikasi kesehatan, serta mendorong deteksi dan pencegahan stunting sejak dini demi terwujudnya generasi yang sehat dan tumbuh optimal.
[Ariefta – @inisiatifzakat_jateng]





