Semarang – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) dan Bina Keluarga Balita (BKB) melalui Pelatihan Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus pada Selasa, (7/7/26) di Hotel Muria, Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kapasitas para pengelola Tempat Penitipan Anak (TPA) dan kader BKB agar mampu memberikan pengasuhan yang tepat, inklusif, dan berkualitas bagi setiap anak.

Pelatihan diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas 31 pengelola TPA di Kota Semarang serta 29 kader BKB dari wilayah Kecamatan Semarang Utara. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep pengasuhan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus, deteksi dini tumbuh kembang anak, hingga strategi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak sesuai potensinya. Materi pelatihan disampaikan oleh dua akademisi dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, yakni Dr. Febrian Kristiana, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan Costrie Ganes Widayanti, S.Psi., M.Si.Med., Ph.D. Melalui penyampaian materi yang interaktif, para peserta diajak memahami pentingnya peran keluarga, pengasuh, dan lingkungan dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus agar dapat tumbuh, berkembang, serta berpartisipasi secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Dalam sambutannya, Ir. Rusman Efendi, M.M., menyampaikan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa “Kami mengapresiasi Program Bina Keluarga Balita dan Taman Asuh Sayang Anak pada hari yang istimewa ini dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-33. Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang berkembang secara umum, tetapi juga bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengasuhan dan pendampingan terbaik, baik dari keluarga maupun melalui program yang diselenggarakan pemerintah. Selama ini para kader BKB dan pengasuh TAMASYA lebih banyak mendapatkan pembekalan terkait pengasuhan anak pada umumnya. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Harapannya, anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan masing-masing dapat memperoleh pengasuhan yang tepat sehingga mampu tumbuh menjadi bagian dari keluarga yang berkualitas,” jelas Rusman.

Sementara itu, Eva Wirabuana menyampaikan bahwa PT PLN Indonesia Power UBP Semarang berkomitmen menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. “Melalui program TJSL, khususnya pada bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, kami berkolaborasi dengan BKKBN dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk memberikan pelatihan kepada kader BKB dan pengasuh TAMASYA. Kami juga menggandeng Universitas Diponegoro sebagai mitra akademisi agar para peserta memiliki bekal ilmu, metode, dan strategi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Bagi kami, perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Semoga pelatihan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta dalam menjalankan tugas pendampingannya,” ungkapnya.

Perwakilan peserta, Cokrowati dari BKB Sasana Sekar Tanjung, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. “Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan kami tentang cara memahami dan mendampingi anak berkebutuhan khusus dengan lebih baik. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat diterapkan di lingkungan BKB serta dibagikan kepada para orang tua, sehingga semakin banyak keluarga yang mampu memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anak mereka,” ujar Cokrowati.

Melalui kolaborasi antara PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan IZI Jawa Tengah, diharapkan Program TAMASYA dan BKB dapat terus memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Sinergi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter sebagai fondasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.