Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Ruginya Bersedekah Hanya untuk Pencitraan

Ayu Lestari2018-06-08T06:33:32+07:00
Ayu Lestari Muda-Mudi 0 Comments

Sedekah tidak masalah ingin ditampakkan atau disembunyikan, selagi semuanya diniatkan karena Allah subhanahu wata’ala semata. Yang salah adalah jika bersedekah namun niatnya hanya untuk dilihat oleh orang lain. Entah tetangga, rekan kerja, calon mertua, atau siapapun yang diri ingin dilihat olehnya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Orang yang pertama kali dipanaskan dengan (tubuh) mereka api Neraka pada hari kiamat ada tiga golongan…” Kemudian beliau berkata, ”Dan dihadirkan orang yang bersedekah,” sampai dengan sabda Nabi, “Allah berkata: ‘Engkau berdusta. Sesungguhnya engkau bersedekah agar dikatakan dermawan. Begitulah (kenyataan) yang telah dikatakan…,” (HR. Muslim (1095) dari Abu Hurairah).

Inilah beberapa kerugian jika beramal hanya sekedar untuk pencitraan:

  1. Niat untuk dunia, hanya mendapat dunia

Coba tanyakan kepada diri sendiri, untuk siapa selama ini sedekah diniatkan? Sudahkah itu diniatkan semata untuk Allah, atau ternyata masih ada virus-virus riya’ yang membayangi setiap amal yang dilakukan?

Ketahuilah, bahwa jika sedekah diniatkan untuk selain Allah, maka hanya sebatas itulah balasan yang akan didapatkan. Misalnya sedekah agar mendapatkan balasan harta dan kekayaan dunia, sedekah karena ingin disebut orang yang dermawan.

“Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran 3: 145)

 

  1. Berpotensi untuk mengungkit-ungkit pemberiannya, sedangkan sedekah yang menyakiti perasaan penerima justru menghanguskan pahalanya

Pahala seseorang dapat menjadi sia-sia jika seseorang yang memberikan sedekah mengungkit-ngungkit pemberiannya dan menyakiti hati si penerima.

Nyatanya masih ada orang yang karena ketidakikhlasannya dalam bersedekah, lantas mengungkit-ngungkit pemberiannya tersebut. Allah melarang keras perbuatan demikian. Bandingkan dengan orang yang memang bersedekah karena Allah, tidak mungkin akan mengungkit pemberiannya tersebut karena dirinya yakin bahwa Allah akan membalas sedekahnya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima),seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. .” (QS. Al-Baqarah: 264)

  1. Mengira sudah melakukan yang dicintai Allah, padahal justru melakukan hal yang dibenci oleh-Nya

Jangan pernah merasa menjadi orang yang paling shalih hanya karena sudah melakukan banyak amalan di dunia, karena belum tentu amalan tersebut Allah terima. Orang yang mengungkit-ngungkit pemberiannya juga termasuk salah satu golongan yang dibenci oleh Allah.

Tiga orang yang tidak akan masuk surga : Anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, pencandu khamr dan orang  yang menyebut nyebut apa yang dia berikan”   (H.R Imam Ahmad dan an Nasa’i, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Mari kembali meluruskan niat sebelum melakukan ibadah atau amalan sunnah apapun, agar setiap yang dilakukan dapat menjadi berkah dan bernilai pahala. (SH/RI)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025