Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Tak Disangka Beginilah Sikap Umar bin Khatthab Terhadap Istrinya

Ayu Lestari2018-07-19T05:28:16+07:00
Ayu Lestari Keluarga al quran, ayat al-quran, hadist, hak istri, hak suami, ibadah, islam, istri, keislaman, muslim couple, pahala, pasangan islam, pengantin muslim, pengantin syar'i, rasulullah, rumah tangga, rumah tangga islam, rumah tangga nabi, suami, sunnah, surga, umar bin khattab 0 Comments

Siapa yang tidak mengenal karakter Umar bin Khatthab? Ia terkenal dengan sikap keras dan tegas, bahkan syetan sekalipun enggan berurusan dengannya. Tapi ternyata sikapnya pada istrinya yang ‘cerewet’ dan memarahinya sungguh di luar dugaan. Berikut kisahnya:

Suatu hari ada seorang Badui yang menemui Umar karena ingin mengadukan kecerewetan istrinya. Ternyata di saat itu pula Umar sedang diomeli istrinya sendiri dengan suara yang cukup keras. Si Badui terkejut karena Umar diam saja mendengar ‘kuliah panjang’ dari sang istri.

Setelah selesai, si Badui mendekati Umar dan bertanya mengapa Umar seperti tak berdaya di hadapan istrinya yang memarahinya, lantas Umar memberikan nasihat kepada sang Badui:

“Wahai saudaraku, istriku memiliki hak atas diriku, itu sebabnya aku sselalu mehan diri dari sikap istriku itu. Aku menahan diri meskipun sebenarnya aku juga dapat bersikap keras kepadanya, memarahinya. Namun aku sadar bahwa hanya orang mulia yang dapat memuliakan kaum wanita, dan hanya orang rendahan yang sanggup menyakiti mereka. Aku ingin menjadi orang yang mulia meskipun itu berarti aku terlihat kalah dari istriku, aku juga tidak ingin menyakiti istriku meskipun sebenarnya aku mampu.”

“Wahai saudaraku, aku menahan diri karena menyadari bahwa istriku memiliki hak atas diriku. Dia adalah orang yang membuatkan roti, memasak makanan untukku, menyusui anak-anakku, dan mencuci bajuku. Seberapa besar kesabaranku ketika menghadapi sikapnya, maka sebesar itu pula pahala yang akan kuterima.”

Dari nasihat Umar tersebut, ada beberapa poin yang perlu kita pelajari dari sikap Umar terhadap istrinya:

1. Suami perlu menyadari istri memiliki hak atasnya

Menjadi suami dan kepala keluarga tidak bisa egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Seorang suami harus menyadari bahwa istri juga memiliki hak atas dirinya. Dengan demikian suami tidak hanya dapat menuntut haknya kepada istri, namun juga memberikan hak istri terhadap suaminya.

 

  1. Yang dapat memuliakan wanita hanyalah orang yang mulia
    Jika ingin menjadi lelaki yang mulia maka harus dapat memuliakan wanita. Karena tidak sedikit suami yang merasa dirinya lebih berkuasa lantas berlaku sewenang-wenang terhadap istrinya. Hal ini tidak dibenarkan.

 

  1. Yang dapat merendahkan wanita hanyalah orang yang suka menyakiti
    Suami atau lelaki harus menyadari, hanya orang-orang lemah dan rendahan yang berani menyakiti perempuan. Lelaki sejati tidak akan menyakiti perempuan.

 

  1. Kesabaran suami terhadap sikap istrinya akan mendapat balasan pahala

Allah Maha Adil. Kesabaran suami mengahadapi istrinya pasti akan berbuah manis. Semakin besar kesabarannya maka semakin besar pula ganjaran yang akan diperolehnya.

Wanita memang makhluk ciptaan Allah yang cukup unik. Dia tidak bisa diperlakukan secara kasar, namun juga tidak boleh diperlakukan terlalu lembut sehingga nanti bisa durhaka terhadap suami. Perlu kelemah lembutan namun juga ketegasan untuk dapat mendidiknya.

Itu sebabnya, sebelum menikah ada baiknya sudah mengetahui ilmu pernikahan dan mengetahui resiko-resiko di dalam pernikahan itu sendiri. Tidak cukup mengetahui yang indah-indahnya saja. Agar dapat tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. (SH/RI)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025