Tak Punya Banyak Saudara Kandung, Koriyah Temukan Banyak Saudara di Rumah Singgah Pasien IZI Jateng

Semarang – Koriyah (51), pejuang kanker payudara asal Kabupaten Tegal, menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi setelah didiagnosis tumor ganas pada tahun 2025. Sebelumnya, sejak suaminya wafat akibat penyakit paru-paru pada 2019, Koriyah bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk menghidupi ketiga anaknya. Titik awal perjuangannya bermula ketika menjenguk seorang tetangga yang baru menjalani operasi pengangkatan payudara. Dari obrolan saat menjenguk itulah, beliau terdorong memeriksa kondisi payudaranya sendiri dan menemukan adanya benjolan. Hasil biopsi menunjukkan tumor ganas sehingga Koriyah harus menjalani operasi pengangkatan payudara kanan dan selanjutnya dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi untuk melanjutkan pengobatan.

Pada tahap awal, Koriyah menjalani delapan kali kemoterapi secara rawat jalan dengan bolak-balik Tegal–Semarang seorang diri. Ketiga anaknya bekerja, sementara adik kandungnya juga memiliki tanggung jawab mengurus keluarga, sehingga beliau berjuang sendiri dengan memanfaatkan layanan ambulans relawan. Setelah kemoterapi selesai, dokter kembali menjadwalkan radioterapi sebanyak 20 kali yang mengharuskannya berada di Semarang setiap hari. Berbekal informasi dari tetangga dekat di kampung halaman yang juga pasien RSP dulu, Koriyah akhirnya menemukan Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah sebagai tempat tinggal sementara selama menjalani terapi.

Selama menjalani pengobatan, ada kerinduan yang beliau tahan. Ibunda tercinta yang telah berusia sekitar 80 tahun untuk sementara tinggal bersama adik perempuan Koriyah di Comal. Hampir setiap hari sang ibu menelepon menanyakan kapan putrinya pulang karena rasa rindu yang begitu besar. Meski harus berjauhan dengan keluarga, Koriyah tetap menguatkan hati demi menuntaskan ikhtiar pengobatan hingga selesai.

“Saya sangat bersyukur bisa singgah di Rumah Singgah Pasien IZI. Saya memang hanya memiliki satu saudara kandung, tetapi Allah menghadirkan banyak saudara yang bukan sedarah namun selalu membantu saya. Sejak suami saya meninggal, saat saya sakit, hingga menjalani pengobatan sekarang, selalu ada orang-orang baik yang menguatkan. Tetangga yang mengenalkan saya ke Rumah Singgah IZI, dan semua yang membantu di sini membuat saya tidak merasa sendiri. Terima kasih banyak. Semoga IZI dan Rumah Singgah Pasien IZI selalu diberikan keberkahan, terus eksis, dan semakin banyak membantu orang-orang yang sedang berjuang seperti saya,” tutur Koriyah di penghujung jadwal radioterapinya.

Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kesehatan, dan kemudahan sehingga Koriyah dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga dan melanjutkan aktivitasnya seperti sediakala.

[AC/JTG-@inisiatifzakat_jateng]