Sumatera Utara – Sejak sakit datang pada Juni 2026 lalu, kehidupan Riduwan Gani (55) berubah. Warga Kabupaten Aceh Tamiang ini yang sebelumnya aktif bekerja sebagai peternak, kini harus menghentikan aktivitasnya untuk fokus menjalani pengobatan kanker paru-paru di RSUP H. Adam Malik Medan. Keluhan Riduwan bermula ketika kondisi tubuhnya mulai menurun. Imunitasnya melemah, berat badan berangsur turun, disertai demam dan batuk berdarah yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Awalnya, Riduwan dibawa keluarga untuk berobat ke puskesmas. Namun, setelah mendapatkan pengobatan, kondisinya tidak kunjung membaik. Keluarga kemudian membawa Riduwan ke rumah sakit di Aceh Tamiang untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya tumor pada paru-paru Riduwan. Ia kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk endoskopi, hingga diketahui terdapat kanker pada paru-parunya. Karena membutuhkan fasilitas dan penanganan yang lebih lengkap, Riduwan akhirnya dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. Sebelum sakit, Riduwan merupakan seorang peternak yang aktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, kondisi kesehatan yang menurun membuatnya tidak lagi dapat bekerja. Saat ini, kebutuhan Riduwan selama menjalani pengobatan dibantu oleh anak-anaknya.
Riduwan merupakan seorang ayah dari empat orang anak dan suami bagi istrinya. Di tengah kondisi yang tidak mudah, ia tetap berusaha menjaga semangat untuk menjalani setiap proses pengobatan. Salah satu perubahan besar yang dilakukannya sejak jatuh sakit adalah menghentikan kebiasaan merokok yang selama ini dilakukannya. Selama menjalani pengobatan di Medan, Riduwan didampingi oleh salah seorang anaknya. Kehadiran RSP IZI Sumatera Utara kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan pengobatannya. Bagi Riduwan dan keluarga yang datang dari Aceh Tamiang, keberadaan RSP memberikan tempat tinggal yang layak dan nyaman selama menjalani pengobatan di RSUP H. Adam Malik. Selain tempat tinggal, kebutuhan makan selama berada di rumah singgah juga terbantu, sehingga keluarga dapat lebih fokus mendampingi Riduwan menjalani pengobatan.

Maizar, anak Riduwan, mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara. Ia membandingkan kondisi keluarganya dengan pasien lain yang harus menanggung biaya tempat tinggal sendiri selama menjalani pengobatan di Medan. “Alhamdulillah, rumah singgah ini sangat baik untuk pasien-pasien yang membutuhkan, karena telah memberikan tempat tinggal yang layak dan nyaman, serta makanan secara gratis. Yang saya dengar dari pasien lainnya yang tidak di rumah singgah, banyak mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal dan lainnya. Tapi Rumah Singgah IZI sudah memberikan fasilitas yang baik, jadi kami tidak memikirkan lagi biaya tempat tinggal dan makan,” ujar Maizar penuh haru.
Perjalanan Riduwan menjadi gambaran bahwa perjuangan melawan penyakit tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga kekuatan hati, dukungan keluarga, serta lingkungan yang membantu pasien menjalani masa-masa sulit. Di tengah ujian yang dihadapinya, Riduwan terus berusaha menjalani pengobatan dengan semangat. Ia berharap ikhtiar yang dilakukan bersama keluarga dapat membawanya menuju kondisi yang lebih baik dan suatu hari nanti dapat kembali menjalani aktivitasnya.
Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara hadir untuk membantu meringankan beban pasien dan keluarga yang harus menjalani pengobatan jauh dari daerah asal. Dukungan para donatur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan tersebut agar dapat terus menjadi tempat berteduh bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesembuhan terbaik untuk Pak Riduwan, memudahkan setiap proses pengobatannya, serta menguatkan keluarga yang senantiasa mendampinginya. Semoga Allah membalas setiap kebaikan para donatur yang telah mendukung Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara dengan kesehatan, keberkahan, kelapangan rezeki, dan kemudahan dalam setiap urusan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]




