Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Wabah Covid-19 Bukan Penghalang Warga Palu Ini Tetap Bekerja dan Berusaha

dhul.ikhsan2020-04-14T06:32:20+07:00
dhul.ikhsan Potret Dhuafa #IZI Sulteng, covid-19, inisiatif zakat, inisiatif zakat indonesia 0 Comments

PALU, IZI – LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Tengah melalui program Layanan Mustahik (LAMUS) kembali memberikan bantuan tunai kepada beberapa mustahik  (Penerima Manfaat) untuk tambahan biaya modal usaha di tengah kondisi wabah covid-19.

Dua orang Penerima manfaat tersebut adalah warga jalan Barakaili Desa Wani Satu Kec. Tanantovea Kab. Donggala.

Mereka selain warga terdampak wabah virus corona juga merupakan penyintas korban bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang melanda daerah mereka, di bibir pantai desa wani, pada 28-09-2020 lalu.

Rumah beserta isinya habis akibat dihantam tsunami dan kini mereka sudah setahun lebih tinggal di hunian sementara (huntara) bersama para penyintas korban lainnya. Namun hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk bertahan hidup.

IZI Sulteng merangkum kisah mereka.

Penerima Manfaat 1

  • IZI Sulteng Corona
    “Wabah Covid-19 Bukan Penghalang Warga Palu Ini Tetap Bekerja dan Berusaha” – Dok. IZI

Ibu Suarni merupakan seorang Ibu yang menjadi kepala keluarga dan harus berjuang dan bertahan hidup untuk menafkahi anak-anaknya. Ia ditinggal mati oleh almarhum suami juga anak laki-laki satu-satunya akibat sakit yang diderita.

Hari-hari yang dilewati oleh ibu Suarni begitu berat, harus menafkahi, merawat dan membesarkan ke 4 orang anak perempuannya yang masih di bangku sekolah seorang diri.

“Saya kini tinggal di huntara pak, bersama 4 orang anak saya yang perempuan. Karena yang anak pertama laki-laki sudah menyusul bapaknya,” ujar Ibu Suarni

Ibu Suarni memiliki usaha sebagai pembuat kripik dari ubi kayu yang berbentuk seperti dadu-dadu kecil yang biasa disebut “Bette-Bette”. Pascaproduksi, produk tersebut dikemas dalam plastik bening lalu dititipkannya di kios-kios kenalannya dengan harga Rp. 1000/bungkus.

Bahan pembuatan Bette-Bette dibeli Suarni dengan kisaran harga 20 ribu rupiah di pasaran. Bahan Ubi tersebut biasanya ia buat sampai 50 bungkus. Dari usaha kecil-kecilan tersebut terkadang beliau hanya mendapat keuntungan yang kecil apalagi untuk keperluan hidup lainnya.

“Untuk keuntungan pun biasanya saya kan titip kripik tersebut di kios sebanyak 50 bungkus. Jika laku semua maka Rp. 40.000 untuk saya dan Rp. 10.000 nya untuk pemilik kios,” terangnya.

Di tengah mewabahnya Covid-19 ini juga sangat berdampak bagi penjualan kripik Ibu Suarni. Akibat himbauan Sosial Distancing atau diam di rumah, pembeli jarang keluar apalagi membeli Bette-Bette.

”Saat ini agak sulit karena kurang pembeli karena warga kan jarang keluar. Sedangkan kita ini butuh biaya lagi untuk membeli bahan dan kebutuhan hidup lainnya. Karena ini cuma satu-satunya usaha yang bisa saya lakukan. Terkadang juga sakit karena sering membuat kripik,” lanjut Suarni lagi

Penerima Manfaat 2

  • IZI Sulteng
    “Wabah Covid-19 Bukan Penghalang Warga Palu Ini Tetap Bekerja dan Berusaha” – Dok. IZI

Patrudin yang diwakili oleh sang Istri (Wahida Bunti) juga merupakan warga yang tergolong kurang mampu. Di tengah pandemi Covid-19 yang menciptakan kepanikan publik ini, mereka terpaksa harus tetap bekerja.

Sebagai seorang petani jagung, Patrudin rutin bolak-balik menuju kebun jangung miliknya. Di tengah krisis air yang terjadi, sering kali terjadi gagal panen dan berdampak bagi ekonomi keluarganya.

”Sudah  dua kali kami panen pak selalu gagal, akibat hama dan air yang agak sulit dijangkau. Dan terkadang harus menggunakan alkon untuk mengaliri air menuju kebun-kebun yang ada. Dan itu yang tidak kami punya. Jadi selama ini hanya secara manual saja,” ujar Wahida

Akibatnya, setiap panen Patrudin hanya mendapatkan penghasilan kurang dari 500 ribu rupiah. Hal ini tidak akan mencukupi kebutuhan keluarga mereka dalam sebulan.

“Panen terakhir ini pak kami hanya mendapatkan Rp.250.000 saja, dan tentunya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarga, belum lagi untuk membeli bibit yang akan ditanam kembali, terkadang kami juga bingung dan kalau sudah tidak ada apa-apa yah mencoba meminjam kepada keluarga,” tambahnya.  

Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, di sela-sela aktivitas berkebun sang istri tetap berusaha dengan membuat kue-kue basah jika ada orang yang memesan. Dan tentunya dari usaha itu juga tidak seberapa penghasilan yang didapatkan karena tidak menentu. (Risman/IZI)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

dhul.ikhsan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Dari Jalanan hingga Kampus, 435 Paket Takjil Disalurkan IZI Bogor Selama Ramadan 17 March 2026
  • IZI dan PT Bank Panin Dubai Syariah Bantu Pelunasan Tunggakan Sekolah Siswa Duafa di Duren Sawit 17 March 2026
  • Tebar Berkah Ramadan, IZI dan YBM PLN UPT Cawang Salurkan Paket Ifthor untuk Santri dan Mualaf di Ranca Bungur 17 March 2026
  • IZI Goes to School: Edukasi dan Salurkan Zakat Fitrah untuk Siswa Yatim dan Duafa SDN Utan Kayu Selatan 17 March 2026
  • Secercah Harapan di Kampung Bojongsari: IZI dan BDI Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran 17 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (221)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,255)
  • Keluarga (433)
  • Kesehatan (648)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (541)
  • Nuansa Keislaman (329)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (307)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,164)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (513)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025