SUMATERA BARAT – Sebagian besar anak yang terkategori “special needs” belum mampu berkomunikasi Verbal sehingga sulit untuk diajak berkomunikasi dan diarahkan.
Tingkat hiperaktif dan tantrum yang tinggi di khawatirkan akan menghambat proses Khitan. Oleh karena itu banyak Orang Tua ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) memilih cara khitan yang minim resiko seperti sistem laser atau bius total yang langsung dikerjakan Tim Medis di Rumah Sakit. Namun dengan biaya yang Mahal cukup membuat Orang tua ABK terkendala, ditambah lagi dari 26 juta penyandang disabilitas di Indonesia, 31 % atau 8 juta jiwa belum memiliki jamkes untuk menunjang pelayanan kesehatan mereka.

IZI Perwakilan Sumbar hadir melalui Program “Khitanan Massal Disabilitas” dengan harapan bisa membantu Penyandang Disabilitas mendapatkan Khitanan dengan tenaga Medis Profesional secara Gratis.
Di pengunjung tahun 2022 IZI Sumbar melaksanakan Khitanan Disabilitas dengan 2 Metode. Pertama metode manual (bius lokal) yang dibantu oleh Ns. Mulhendra S. Kep sebagai TIM medis mendatangi rumah ke rumah 10 penerima manfaat mulai dari Bukittinggi, Agam hingga Payakumbuh.
Dengan harapan di setiap kunjungan bisa memberikan rasa nyaman pada ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) saat khitan. Karena banyak dari anak-anak spesial ini yang kadang masih belum bisa menerima lingkungan yang berbeda apalagi orang baru, sehingga bisa memicu tantrum.

Pengerjaan yang dilakukan kurang lebih 20 menit setiap anak tentu saja tidak mulus-mulus saja. Ada yang tidak suka sentuhan, ada yang tidak suka berisik, bahkan ada yang sangat kooperatif. Bilal salah satunya, anak dengan diagnosis Autisme, saat melihat tim medis langsung cari sepeda mau kabur. Namun Abinya sangat membantu untuk menenangkan, dengan memeluk serta mengajaknya membaca surat-surat pendek, Bilal berhasil mengikuti proses khitan dengan baik.
Yang kedua dengan metode operasi ( bius total). Metode ini di ambil karena diagnosa tinggi dengan resiko tinggi pula. Sebanyak 4 PM salah satunya anak berumur 21 thn dikhitan di Rumah Sakit Tentara yang di bantu oleh dr. H. Harma Zaldi Sp. B yang merupakan salah satu tenaga medis profesional di Bukittinggi. Dari awal program ini di konsultasikan kepada beliau, beliau sangat mensuport dari segala hal. Karena menurut beliau khitan ini adalah tanggung jawab seluruh muslim apalagi untuk anak disabilitas, tidak ada kata menunggu harus secepatnya agar mereka merasakan pelayanan kesehatan yang maksimal dan bisa menjalankan kewajiban sebagai muslim.

Alhamdulilah semua khitanan berjalan dengan lancar. Tak hanya memfasilitasi layanan kesehatan saja, IZI juga memberikan bingkisan alat tulis, sarung, celana khitan, setifikat, serta santunan kepada Anak spesial ini. Dan juga IZI memberikan pelayanan ekslusif berupa pengantaran makanan, buah dan snack bagi keluarga yang anaknya khitanan di rumah sakit.
Beribu terimakasih yang terucap dari seluruh penerima manfaat yang telah dibantu. Khitanan disabilitas ini adalah solusi dari beberapa ketakutan Ibu/Ayah yang memiliki anak spesial. “Terimakasih IZI dan tim medis atas segala bantuannya hingga khitanan ini terlaksana. Dan terimakasih untuk donatur yang telah berzakat dan sedekah melalui IZI sehingga kami bisa merasakan manfaatnya. Semoga donatur diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah. Dan segala kebaikannya dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda. Semoga program ini berlanjut hingga banyak anak penyandang disabilitas lainnya terbantu. Aamiin” Ucap salah satu orang tua ABK
Comment (1)
Alhamdulillah. ..terima kasih kepada seluruh team yang membantu proses khitan anak kami Muhammad Afdhal…terlambat memang, tapi mmg rejekinya tahun 2023 dari IZI sumbar melalui forkesi bukittinggi. ..terima kasih Bp. dr.Halma Zaldi, S. Pb dan team Semua…