Bandung – Isak tangis Tini (44) kepada tim IZI saat agenda home visit menjadi gambaran betapa berat beban yang saat ini sedang dipikulnya. Tini bekerja di sebuah rumah makan dengan bayaran perhari sebesar enam puluh ribu. sulitlah bagi Tini untuk mengaturnya dalam Kondisi single parent dengan jumlah tanggungan 4 orang anak.

Tidak ada rumah milik pribadi, Tini beserta anaknya tinggal di sebuah kontrakan di wilayah Sindangsari kec.Antapani Kota Bandung yang itupun dalam status pembayaran menunggak. Desakan pemilik sewa membuat batin Tini terguncang, terpaksa mengosongkanya dan beralih ke kontrakan yang bisa menerima kondisinya saat ini.
“Sekarang lagi pindahan neng karena nunggak bayar, sedih sekali ibu karena melihat kondisi ekonomi ibu yang seperti ini. Untuk nambah nambah uangpun Hp anak ibu di gadaikan.” ujar Tini sambil menangis. Tidak hanya diam, anaknya yang sudah cukup dewasa kerap kali bantu di bengkel milik orang lain yang karenanya dia mendapatkan Upah. “Lumayan buat nambah uang sekolah.” ujar Revan salah satu anak Tini.

Untuk meringankan beban sekaligus memuliakan anak yatim, pada Pekan lalu Laznas IZI Perwakilan Jawa Barat bersama Qur’an Best bantu lunasi tunggakan Tini lewat program Proteksi Keluarga Mustahik. “Terima kasih banyak untuk donatur IZI sudah melunasi tunggakan kontrakan saya’’ ucap syukur Tini.
Jazakumullah khairan katsiran kepada para donatur terkhusus pada jamaah Quran Best yang sudah mempercayakan kepada kami untuk mengelola sebagian hartanya. Semoga keberkahan senantiasa mengiringi para d onatur.
Leave a Reply