Semarang — Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan Sekolah Pendamping pada Kamis (22/1/26). Kegiatan ini diikuti oleh para pendamping pasien yang tengah mendampingi anggota keluarga menjalani pengobatan, sebagai bagian dari upaya penguatan mental dan spiritual di tengah kondisi yang penuh ujian.

Sekolah Pendamping kali ini diisi oleh Sofiatun, seorang praktisi hypnotherapy sekaligus guru taman kanak-kanak. Beliau menyampaikan materi bertema “Yang Bersyukur dan Bahagia”, yang mengajak peserta memahami bahwa rasa syukur merupakan fondasi utama untuk menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan.
Dalam pemaparannya, Sofiatun menjelaskan tahapan bersyukur yang kerap dialami manusia, yaitu dimulai dari rasa kurang, kemudian merasa cukup, berlanjut pada tahap bersyukur, hingga mencapai kondisi berlimpah. Menurutnya, kebahagiaan sejati bukan ditentukan oleh banyaknya kepemilikan, melainkan oleh cara pandang dan penerimaan terhadap kondisi yang sedang dijalani.

Beliau juga membagikan beberapa tips praktis untuk melatih rasa syukur, di antaranya dengan rutin dan memperbanyak membaca tiga surah, yaitu Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas selepas sholat sunnah malam. Ketiga surah tersebut tidak hanya menjadi penguat spiritual, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk memutus keburukan dan bisikan syaitan dari dalam diri, sehingga hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih.
Selain itu, para peserta diajak untuk bercermin dan melihat kembali kebaikan-kebaikan yang masih ada dalam diri, sekecil apa pun itu. Melalui kegiatan Sekolah Pendamping ini, RSP IZI Jawa Tengah berharap para pendamping pasien dapat terus menjaga semangat, keteguhan hati, serta optimisme dalam mendampingi proses kesembuhan orang-orang tercinta.
(RSP IZI Jateng)
