Balikpapan — Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Kalimantan Timur bersama Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) menyalurkan bantuan modal usaha kepada empat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Lapak Berkah, Jumat (23/1/26).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor Telkomsel Regional Kalimantan, Kota Balikpapan, kepada empat UMKM penerima manfaat, yakni usaha Keripik Pisang Cokelat milik Ibu Ida, Es Kelapa Segar Bu Ningsih, Pentol Pak To, serta Nasi Kuning Bu Harni. Selain penyerahan bantuan modal usaha, MTT dan IZI juga memborong ratusan produk makanan hasil produksi para UMKM penerima manfaat. Produk-produk tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada karyawan dan tenaga kerja di lingkungan Kantor Telkomsel Regional Kalimantan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha kecil.

Kegiatan tersebut turut dihadiri General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Kalimantan, Wendy Adewijaya, yang secara langsung menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat. Dalam sambutannya, Wendy menyampaikan apresiasi kepada IZI atas pengelolaan dana zakat yang dinilai profesional dan berdampak nyata. “Kami sangat yakin potensi zakat yang besar di Telkomsel Group ini memang harus diserahkan kepada pihak yang profesional agar dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Wendy.
Sementara itu, Hengky Asmarakandi selaku Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia Kalimantan Timur, menyampaikan terima kasih kepada Majelis Telkomsel Taqwa atas kepercayaan yang diberikan kepada IZI dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah menjadi program-program pemberdayaan ekonomi. “Kepercayaan ini menjadi amanah besar bagi kami untuk terus menghadirkan program zakat produktif, salah satunya melalui Program Lapak Berkah, agar para pelaku UMKM dapat tumbuh dan lebih mandiri,” kata Hengky.

Salah satu penerima manfaat, Ida, pelaku usaha Keripik Pisang Cokelat, mengaku merasakan dampak signifikan setelah menerima bantuan berupa modal usaha dan mesin spinner. “Alhamdulillah, setelah diberikan bantuan modal, mesin spinner, dan perbaikan kemasan, produksi saya meningkat dan permintaan juga makin banyak. Bahkan dalam bulan ini pesanan sudah bertambah hingga ratusan pouch,” ungkap Ida dengan penuh syukur.
