Padang – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Barat mengawali rangkaian penyaluran program menyambut bulan suci Ramadan dengan menyalurkan Program Fidyah kepada para lansia duafa di wilayah Lolong Belanti, Kota Padang. Penyaluran ini menjadi penyaluran perdana dalam rangkaian Booking Berkah Ramadan, program unggulan IZI yang memfasilitasi masyarakat dalam menunaikan ibadah Ramadan secara terencana dan tepat sasaran, Jum’at (23/1/26).

Program Fidyah menjadi langkah awal IZI Sumatera Barat dalam menyambut Ramadan, dengan fokus memastikan kebutuhan dasar kelompok rentan dapat terpenuhi sejak sebelum bulan suci tiba. Lansia duafa dipilih sebagai penerima manfaat karena merupakan kelompok yang rentan secara ekonomi, fisik, dan kesehatan, serta memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pada penyaluran perdana ini, bantuan fidyah disalurkan kepada tiga orang lansia duafa yang tinggal di kawasan padat penduduk Lolong Belanti. Masing-masing penerima manfaat memiliki latar belakang kehidupan yang penuh perjuangan dan keterbatasan ekonomi.

Salah satu penerima manfaat adalah Dauyah (80), seorang lansia yang hidup seorang diri di rumah sederhana. Ia merupakan penyintas kanker payudara yang telah menjalani operasi pengangkatan. Meski tindakan medis telah dilewati, Dauyah masih sering merasakan nyeri di bekas luka operasi yang membatasi aktivitas hariannya. Kondisi hidupnya semakin berat setelah putri tercintanya wafat lebih dahulu. Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia bergantung pada bantuan tetangga sekitar serta kiriman yang tidak menentu dari anak dan cucunya.
Penerima manfaat berikutnya, Maryam (76), tinggal bersama putri tunggalnya di sebuah kontrakan sempit. Demi menyambung hidup, Maryam masih bekerja setiap hari mengumpulkan barang bekas bersama putrinya. Hasil penjualan barang bekas tersebut menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan dasar lainnya. Di usia senja, semangat kerja keras Maryam menjadi gambaran nyata perjuangan lansia duafa di wilayah perkotaan.
Sementara itu, Nadarnis (70) tinggal bersama anak, menantu, dan dua orang cucunya dalam satu rumah kecil. Untuk membantu perekonomian keluarga, Nenek Nadarnis masih aktif mengumpulkan barang bekas. Anak beliau bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun penghasilan yang diperoleh sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Bantuan fidyah yang disalurkan IZI menjadi penguat dan meringankan beban keluarga tersebut.
Salah satu penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. “Bantuan fidyah ini sangat berarti bagi kami yang sudah tidak mampu lagi mencari nafkah secara maksimal. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur,” ungkapnya. Melalui penyaluran fidyah sebagai pembuka rangkaian Booking Berkah Ramadan, IZI Sumatera Barat berharap dapat memastikan ibadah fidyah yang ditunaikan para donatur benar-benar memberikan dampak nyata bagi mustahik. IZI Sumatera Barat juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam berbagai program kebaikan Ramadan, agar semakin banyak lansia duafa dan kelompok rentan lainnya dapat merasakan keberkahan dan kepedulian sosial secara berkelanjutan.
