Semarang (28/1/26) — Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi program Komunitas Difabel Mandiri kepada Sri Suprapti bersama Komunitas Batik dan Craft Katun Ungu (Kawula Tuna Rungu) Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang dijalankan oleh IZI Jawa Tengah bekerja sama dengan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi komunitas difabel, khususnya Kawula Tuna Rungu.
Sri Suprapti selaku penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara sekaligus penerima manfaat binaan IZI Jawa Tengah dan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang saat ini berada dalam kondisi sehat bersama keluarga. Aktivitas produksi batik dilakukan secara rutin di rumah yang juga difungsikan sebagai tempat produksi. Sri mengerjakan berbagai jenis batik, meliputi batik tulis, batik cap, dan batik ciprat, dengan proses pengerjaan yang dilakukan secara telaten dan berkelanjutan.

Selain menjalankan produksi, Sri suprapti juga aktif dalam kegiatan edukasi dan berbagi keterampilan membatik. Ia kerap memberikan pelatihan kepada mahasiswa, komunitas, serta sesama penyandang disabilitas yang berminat mempelajari teknik membatik. Peran ini turut memperkuat fungsi sosial usaha batik yang dijalankan, tidak hanya sebagai sumber penghidupan tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan.
Sri Suprapti juga menjabat sebagai ketua Paguyuban Batik dan Craft Katun Ungu, sebuah komunitas binaan yang secara aktif mengembangkan usaha batik dan kerajinan tangan. Paguyuban ini secara rutin menggelar pertemuan untuk membahas rencana kegiatan dan pengembangan usaha. Produk yang dihasilkan meliputi batik tulis, batik cap, batik ciprat, serta berbagai produk kerajinan seperti tas, dompet, taplak meja, gantungan kunci, dan busana batik.
Melalui pendampingan monitoring ini, IZI Jawa Tengah bersama PT PLN Indonesia Power UBP Semarang menilai bahwa Sri Suprapti dan Komunitas Batik Katun Ungu menunjukkan perkembangan positif dan telah mampu menjalankan usaha secara mandiri. IZI Jawa Tengah berharap pendampingan yang telah dilakukan dapat terus memperkuat kapasitas usaha komunitas, mendorong keberlanjutan program, serta menjadi contoh praktik pemberdayaan ekonomi difabel yang inklusif dan berdaya di Kota Semarang.
