Jakarta – Pemberdayaan perempuan diarahkan tidak hanya pada peningkatan kemampuan kerja, tetapi juga pada penguatan integritas sebagai modal utama membangun kepercayaan. Semangat ini tercermin dalam rangkaian kegiatan program Paradaya Movement 2.0 yang dilaksanakan pada Selasa (20/1/26).

Pelatihan keterampilan massage ini menjadi salah satu upaya nyata dalam memberdayakan perempuan agar memiliki keahlian yang bernilai guna dan bernilai jual di dunia kerja. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha mandiri maupun bekerja di sektor jasa kesehatan dan kecantikan.
Peserta pelatihan diajak memahami bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknik pijat, tetapi juga oleh sikap, tanggung jawab, dan kejujuran dalam bekerja. Integritas dinilai sebagai kunci utama dalam membangun rasa percaya pelanggan maupun atasan. Kepercayaan yang telah diberikan, menurut pemateri, merupakan amanah yang tidak boleh disia-siakan karena reputasi yang rusak akan sulit diperbaiki.

Materi ini juga menekankan bahwa integritas dan etos kerja yang baik akan membentuk karier yang lebih panjang dan stabil. Terapis yang konsisten menjaga kualitas layanan, disiplin, serta menjunjung nilai profesionalisme akan lebih mudah mempertahankan pelanggan dan membuka peluang kerja yang lebih luas di masa depan.
Peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga dipersiapkan secara mental dan karakter untuk menjadi terapis yang berdaya, dipercaya, dan mampu berdiri mandiri secara ekonomi. Paradaya Movement 2.0 diharapkan dapat melahirkan perempuan-perempuan terampil yang tidak hanya piawai bekerja, tetapi juga memiliki nilai dan integritas dalam setiap peran yang dijalani.
[frd/ru/izi]
