Jakarta — Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) turut ambil bagian dalam Grand Launching Indonesia Berdaya yang digelar di Masjid Istiqlal, Kamis (12/2/26). Keterlibatan IZI dalam momentum kolaboratif nasional ini diwujudkan melalui kontribusi langsung kepada masyarakat berupa 100 paket bingkisan anak yatim, 250 paket makanan, serta 250 paket takjil bagi jamaah dan penerima manfaat.

Peluncuran kolaborasi Indonesia Berdaya ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Dr. (HC) H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. (Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat), Prof. Yassierli, Ph.D. (Menteri Ketenagakerjaan RI), Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA. (Menteri Agama RI), KH Anwar Iskandar (Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia), serta Rizal Algamar (Ketua Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia & Chairman MSF). Hadir pula Ketua Umum Forum Zakat, Wildhan Dewayana, yang juga merupakan Direktur Utama IZI, serta Direktur Edukasi & Kemitraan IZI, Muhammad Ardhani.
Momentum ini menjadi penanda penguatan gerakan zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis dampak. Dalam sambutannya, Ketua Forum Zakat, Wildhan Dewayana, menegaskan bahwa Indonesia Berdaya merupakan bentuk penguatan ikhtiar bersama agar zakat mampu menghadirkan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan. “Kita bukan hanya memberi makan hari ini, tetapi memastikan mereka tidak kelaparan di masa depan. Kita ingin membangun senyum kemandirian,” ujar Wildhan.

Menurutnya, pengelolaan ZIS saat ini semakin strategis dan telah menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Karena itu, dibutuhkan tata kelola yang transparan, integrasi data, serta kolaborasi luas agar intervensi benar-benar tepat sasaran. Sebagai bagian dari kontribusinya dalam kegiatan ini, IZI menghadirkan 100 bingkisan untuk anak yatim serta 500 paket konsumsi (250 paket makanan dan 250 paket takjil). Kehadiran bantuan tersebut menjadi simbol bahwa gerakan zakat selalu hadir menyertai setiap momentum kolaborasi nasional dengan aksi nyata di lapangan.

Gerakan Indonesia Berdaya akan difokuskan pada ratusan kabupaten/kota dengan kantong kemiskinan, terutama wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Program yang dijalankan mencakup pemberdayaan ekonomi, penguatan akses pendidikan dan kesehatan, hingga dukungan bagi masyarakat terdampak bencana.
Bagi IZI, keterlibatan dalam Indonesia Berdaya bukan sekadar partisipasi dalam peluncuran program, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan zakat hadir sebagai instrumen perlindungan sosial sekaligus jalan menuju kemandirian masyarakat. Menjelang Ramadan, momentum ini diharapkan menjadi awal penguatan kerja kolaboratif yang semakin solid, sehingga zakat benar-benar memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi umat.
