Sempat Tidur di IGD Rumah Sakit, Sairun Bersyukur Temukan RSP IZI Jateng yang Berikan Tempat Tinggal Gratis
Semarang – Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah kembali melakukan kegiatan kunjungan (visit) kepada salah satu pasien dampingan, Sairun (44), yang tengah berjuang melawan penyakit kanker kelenjar ludah. Dalam suasana hangat dan penuh empati, tim memberikan dukungan moril sekaligus memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan selama masa pengobatan berjalan dengan baik.
Sairun merupakan seorang kepala keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai jasa jahit dan permak di rumahnya. Ia didiagnosa mengalami kanker kelenjar ludah sejak November 2025, dan telah menjalani tindakan operasi pengangkatan sel kanker pada Januari 2026 di area bawah telinga. Saat ini, ia tengah menjalani program lanjutan berupa terapi sinar radiasi sebanyak 35 kali, yang mengharuskannya menetap sementara di Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah bersama sang istri, Maslakhatun. Dalam proses pengobatannya, Sairun merasakan berbagai efek samping seperti pusing, kesulitan menelan, serta gangguan penglihatan saat terkena cahaya matahari.

Meski demikian, semangatnya untuk sembuh tidak pernah surut. Ia berharap pengobatan yang dijalaninya dapat segera tuntas, agar dapat kembali bekerja dan menunaikan tanggung jawabnya sebagai pencari nafkah bagi keluarga. Diketahui, Sairun memiliki tiga orang anak. Dua di antaranya masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama, sementara anak sulungnya telah membantu keluarga dengan berjualan gorengan.
Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga ini tetap berjuang, dibantu pula oleh sanak saudara yang memberikan dukungan secara bertahap untuk biaya pengobatan. Sebelum mengenal Rumah Singgah Pasien IZI, Sairun dan istri sempat mengalami kesulitan tempat tinggal hingga harus beristirahat di selasar IGD maupun masjid di sekitar rumah sakit.
Kehadiran Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah menjadi jawaban atas kesulitan tersebut, memberikan tempat tinggal yang layak dan meringankan beban selama masa pengobatan. Dengan penuh rasa syukur, Sairun kini dapat menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang, sembari terus memupuk harapan untuk sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat.
