Sumatera Utara – Di usianya yang baru menginjak delapan tahun, Amanda Shafira seharusnya menghabiskan hari-harinya dengan bermain dan belajar bersama teman-teman seusianya. Namun, takdir membawanya pada perjuangan yang jauh lebih besar. Selama hampir sepuluh bulan terakhir, Amanda harus berjuang melawan penyakit Autoimun Hepatitis yang perlahan mengubah kehidupannya dan keluarganya. Amanda berasal dari Banda Aceh. Perjalanan panjang melawan penyakit itu bermula ketika ia mengalami demam tinggi. Kondisinya terus memburuk hingga menyerang sistem saraf, sehingga Amanda harus menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. Karena membutuhkan penanganan dengan fasilitas yang lebih lengkap, Amanda kemudian dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan.
Kini, kondisi Amanda semakin memprihatinkan. Selama satu bulan terakhir, ia sudah tidak mampu lagi berdiri maupun berjalan. Tubuh mungilnya tampak semakin kurus dan lemah. Selain itu, gangguan yang dialaminya juga mulai memengaruhi saraf otak, sehingga Amanda harus menjalani terapi secara rutin sebagai bagian dari proses pengobatan. Di balik perjuangan Amanda, ada sosok ayah dan ibu yang setia mendampingi setiap langkah pengobatan putri mereka. Demi fokus merawat Amanda, keduanya mengambil keputusan besar dengan mengundurkan diri dari pekerjaan mereka. Sejak saat itu, keluarga kecil ini kehilangan sumber penghasilan utama.
Meski biaya pengobatan di rumah sakit telah ditanggung melalui BPJS, masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi secara mandiri. Salah satunya adalah kebutuhan susu dan vitamin D yang menjadi bagian penting dalam mendukung kondisi Amanda. Namun, karena keterbatasan ekonomi, orang tua Amanda terpaksa menghentikan pemberian susu yang sebelumnya rutin dikonsumsi putri mereka. Di tengah kebingungan mencari tempat tinggal selama menjalani pengobatan di Medan, keluarga Amanda hampir kehilangan harapan. Hingga akhirnya, sebuah pencarian sederhana melalui internet menjadi titik awal mereka menemukan Rumah Singgah Pasien Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Utara.
Tanpa menunggu lama, keluarga Amanda menghubungi Rumah Singgah Pasien IZI. Sambutan yang cepat dan hangat membuat mereka segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang aman dan nyaman untuk mendampingi proses pengobatan Amanda. Bagi keluarga Amanda, Rumah Singgah Pasien bukan sekadar tempat beristirahat. Lebih dari itu, tempat ini menjadi ruang untuk kembali menumbuhkan harapan di tengah ujian yang sedang mereka hadapi.

Dengan penuh rasa syukur, Desy, ibu Amanda, mengungkapkan pengalamannya selama berada di Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur langsung ditunjukin sama Allah kemari. Awalnya kami sudah putus asa karena Amanda harus rutin berobat dan kami sempat berpikir harus tinggal di mana. Lalu kami mencoba mencari informasi di Google, dan alhamdulillah Allah langsung menunjukkan kami ke Rumah Singgah Pasien IZI. Kami langsung menelepon, responsnya cepat, tanggapannya juga cepat. Dalam hitungan jam kami langsung bisa masuk ke Rumah Singgah Pasien. Terima kasih sekali kepada Rumah Singgah Pasien IZI. Semoga semua donaturnya sehat selalu dan dimurahkan rezekinya,” tutur Desy.
Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara merupakan salah satu bentuk layanan sosial yang dihadirkan untuk membantu pasien rujukan beserta pendamping yang berasal dari luar Kota Medan. Selain menyediakan tempat tinggal sementara yang nyaman, Rumah Singgah Pasien juga menghadirkan suasana kekeluargaan, pendampingan spiritual, serta dukungan moral agar pasien dan keluarga dapat menjalani masa pengobatan dengan lebih tenang. Kisah Amanda menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjuangan melawan penyakit, ada keluarga yang turut berjuang mempertahankan harapan. Dukungan dari para donatur melalui Rumah Singgah Pasien IZI menjadi salah satu penyambung harapan bagi mereka yang sedang menjalani ikhtiar menuju kesembuhan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kesembuhan terbaik untuk Amanda, menguatkan kedua orang tuanya dalam mendampingi setiap proses pengobatan, serta membalas setiap kebaikan para donatur yang telah menghadirkan harapan bagi keluarga-keluarga pejuang kesembuhan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.




