Semarang – Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Jawa Tengah kembali mengadakan kegiatan pelatihan keterampilan bagi para penghuni pada Sabtu (29/8). Kali ini, pelatihan dipandu oleh Hanifah yang berbagi pengalaman membuat telur asin dengan teknik sederhana menggunakan rendaman air garam. Kegiatan diikuti antusias oleh pasien maupun keluarga pendamping yang ingin mengetahui proses pembuatan telur asin yang mudah dipraktikkan di rumah.

Hanifah menjelaskan, keterampilan tersebut berawal ketika dirinya mendapatkan telur bebek dalam jumlah banyak dari seorang teman. Setelah mencari referensi dan mencoba sendiri, ia memilih teknik perendaman air garam yang lebih sederhana. Para peserta dikenalkan mulai dari cara memilih dan membersihkan telur, mengecek kondisi telur menggunakan senter, membuat larutan garam dengan perbandingan 1:6, hingga proses perendaman selama sekitar 14 hari dan perebusan. Berbagai tips juga dibagikan, termasuk memilih garam dan memastikan kualitas telur sebelum diasinkan.
Selain menjadi telur asin, Hanifah juga menjelaskan bahwa telur asin dapat dikembangkan menjadi berbagai olahan. “Telur bebek yang sudah asin ini bisa jadi banyak olahan, umumnya jadi telur asin, atau ditambah rempah dan sayur jadi bothok telur asin. Bisa juga dibuat bumbu salted egg yang sekarang banyak digunakan, terutama dari kuning telurnya,” tutur Hanifah. Pelatihan semakin menarik karena salah satu peserta, Rochim, pendamping pasien asal Pekalongan, ternyata juga mengenal usaha telur asin dengan teknik tradisional sehingga dapat saling berbagi pengalaman.

Bagi Hanifah, kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi keterampilan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menemani para penghuni RSP dengan aktivitas yang menyenangkan. “Semoga sharing ini bisa bermanfaat dan mungkin juga bisa menjadi healing bapak ibu sekalian. Saya juga pernah berada di posisi sebagai caregiver saat ayah dulu sakit. Semoga bapak ibu yang sakit diberikan kesabaran dan kesembuhan, dan keluarga yang mendampingi diberikan kesehatan serta kesabaran,” pesan Hanifah.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama, dengan harapan keterampilan yang dibagikan dapat menjadi bekal sederhana yang bisa dipraktikkan para penghuni setelah menyelesaikan pengobatan dan kembali ke kampung halaman.
[AC/JTG-@inisiatifzakat_jateng]




