Bertahan dalam Ujian, Halimah Terus Berjuang Melawan Tumor Saraf
Jakarta (8/3/26) — Di balik senyum lembutnya, Siti Halimah menyimpan perjuangan panjang yang tidak mudah. Remaja berusia 19 tahun asal Banten ini harus menjalani pengobatan melawan Neurofibromatosis, yaitu tumor saraf yang tumbuh di pipinya. Sejak tahun 2019, Halimah rutin menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Dalam setiap proses pengobatan yang dijalani, ia selalu ditemani oleh ibunya, Emi, yang setia berada di sisinya.
Perjalanan hidup Halimah sudah penuh ujian sejak ia dilahirkan. Ayahnya meninggalkan keluarga hanya dua minggu setelah kelahirannya karena tidak sanggup menghadapi kondisi Halimah yang berbeda. Sejak saat itu, sang ibu harus berjuang seorang diri membesarkan putrinya. Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas dan tanpa penghasilan tetap, Emi berusaha memenuhi kebutuhan hidup mereka sebisanya. Terkadang ia masih menerima bantuan dari ibunya di kampung untuk bertahan menjalani hari-hari. Meski hidup dalam keterbatasan, Halimah tumbuh menjadi pribadi yang sopan dan rendah hati. Ia jarang mengeluh, bahkan ketika harus menjalani berbagai prosedur medis yang menyakitkan. Sikap sabar dan ketegarannya sering kali membuat orang-orang di sekitarnya merasa terinspirasi.

Selama menjalani pengobatan di Jakarta, Halimah dan ibunya tinggal di Rumah Singgah Pasien (RSP) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jakarta. Di tempat inilah mereka mendapatkan tempat beristirahat yang aman dan nyaman di tengah perjuangan panjang melawan penyakit. Rumah singgah tersebut menyediakan berbagai fasilitas secara gratis, seperti tempat tinggal, konsumsi tiga kali sehari, serta layanan antar-jemput ambulans menuju rumah sakit. Sudah sekitar tujuh tahun Halimah dan ibunya tinggal di sana. Bagi mereka, rumah singgah bukan sekadar tempat bernaung sementara, tetapi juga menjadi ruang harapan yang membantu meringankan beban hidup.
Perjalanan dari Banten ke Jakarta bukanlah hal yang mudah, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Namun kasih sayang seorang ibu menjadi kekuatan terbesar bagi Halimah untuk terus bertahan. Di sela-sela pengobatan yang panjang, Halimah tetap menjaga ibadah dan memperbanyak doa. Ia percaya bahwa setiap ujian pasti membawa hikmah. Di tengah perjuangannya melawan sakit, mimpi Halimah tidak pernah padam. Meskipun terkadang merasa lelah dengan keadaan, ia tetap menyimpan harapan untuk segera sembuh, kembali melanjutkan sekolah, dan mengejar cita-citanya menjadi seorang qariah.

Melalui dukungan bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Halimah menerima bantuan berupa tisu basah, tisu kering, susu formula, kasa, minyak kayu putih, madu, serta bantuan uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhannya selama menjalani pengobatan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban yang harus dijalani oleh Halimah dan ibunya di tengah proses pengobatan yang masih berlangsung.
Emi, ibu Halimah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur, khususnya Bapak Adam Gifari dan keluarga, seraya mendoakan agar kebaikan tersebut dibalas Allah SWT dengan rezeki yang melimpah, kesehatan, umur panjang, dan kemudahan dalam setiap urusan. Siti Halimah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang telah memberikan bantuan melalui Inisiatif Zakat Indonesia. Ia mengatakan, “Terima kasih kepada para donatur IZI atas bantuannya. Semoga bermanfaat dan semoga rezekinya dibalas oleh Allah berlipat ganda.” Di tengah kondisi yang ia hadapi, Halimah tetap berusaha kuat dan tidak kehilangan harapan. Ia terus berdoa agar suatu hari nanti dapat kembali menjalani kehidupan seperti remaja lainnya, melanjutkan sekolah, dan mewujudkan mimpinya.
