Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Bilal bin Rabah

Ayu Lestari2019-06-24T17:18:09+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan #bilalbinrabah, #KisahTeladan, #sahabatIZI, #SirahSahabat 0 Comments

Hitamnya warna kulit, rendahnya kasta dan hinanya budak belian tidak menutup pintu baginya untuk menempati posisi mulia setelah ia masuk islam. Itu semua ia peroleh dengan kejujuran, kesungguhan, kesucian hati dan perjuangan tiada henti.

Bilal adalah seorang Habsyi dan berkulit hitam. Takdir telah membawa nasibnya menjadi budak bani Jumah di kota Mekkah, karena ibunya juga seorang budak mereka.

Kehidupan tidak berbeda dengan budak biasa. Hari-harinya berlalu dengan hampa. Ia tidak memiliki hari ini, tidak juga hari esok.

Ia mulai mendengar tentang Muhammad ketika seorang Mekkah mulai membicarakannya. Sering kali ia mendengar Umayah membicarakan Rasulullah, penuh dengan rasa kebencian dan kemarahan. Namun gambaran tentang Muhammad dan agama barunya bisa ditangkap oleh Bilal. Ia mendengar mereka membicarakan sifat-sifat Muhammad, jujur, selalu menempati janji, pribadi yang luhur, berakhlak mulia, berhati bersih dan cerdas.

Suatu hari bilal datang menemui Rasulullah, hatinya bergetar oleh sentuhan cahaya itu kemudian Bilal masuk islam. Berita keislaman Bilalpun menyebar . para tokoh bani Jumuah pusing tujuh keliling. Kepala mereka yang penuh dengan kesombongan dan tipu daya itu seakan mau pecah. Keislaman satu budak beliannya merupakan tamparan keras kewajahnya.

Orang Habsyi yang menjadi budak mereka itu masuk islam dan menjadi pengikut Muhammad ?

“Huh, tidak mengapa. Tunggulah! Sebelum matahari terbenam, pasti  keislaman budakku ini sudah terbenam terlebih dulu, “ kata Umayah dalam hati.

Ternyata matahari pun terbenam tanpa diikuti terbenamnya keislaman Bilal. Bahkan suatu saat nanti, matahari terbenam dan membenamkan berhala-hala jahiliah dan pemujanya.

Seakan Allah menjadikannya symbol teladan, bahwa hitamnya warna kulit dan status sebagai budak belian, sama sekali tidak menghalangi kebesaran jiwa, ketika jiwa telah mengenal Tuhan dan mengetahui apa yang harus dilakukan.

Bilal telah memberikan pelajaran kepada orang-orang dizamannya dan setiap zaman, kepada orang-orang yang seagamanya dengannya dan yang tidak seagama. Pelajaran bahwa kemerdekaan jiwa dan kebebasaan nurani, tidak dapat ditukar dengan emas sebanyak apapun atau tidak akan goyah dengan siksa seberat apapun.

Ia dibaringkan di padang pasir yang telah berubah menjadi pasir neraka yang sangat panas, lalu ditindih  dengan batu besar yang juga panas. Ia seperti berada diantara dua bara api.

Siksaan kejam dan biadab ini mereka ulangi setiap hari, hingga beberapa algojonya merasa kasian kepadanya. Mereka mau melepaskan Bilal asalkan ia mau sedikit saja memuji Tuhan-Tuhan mereka, agar orang-orang Quraisy tidak mencibir mereka atas ketidak berdayaan mereka menghadapi budak sendiri.

Bilal tidak akan memuji tuhan-tuhan itu. Dan sebagai gantinya Ia melantunkan slogan abadinya, “Ahad…Ahad..”

Para algojo penyiksa berkata, “sebutlah Tuhan Lata dan  Tuhan Uzza.”

Namun Bilal menjawab, “Ahad…Ahad…”

Mereka berkata, “katakanlah seperti yang kami katakan.”

Ia menjawab dengan sedikit diplomatis yang menyudutkan para penyiksanya, “bibirku tidak mampu mengucapkannya.”

Konsekuensinya, bilal harus menahan  teriknya matahari dan panasnya batu padang pasir. Disore hari, batu itu disingkirkan. Sebagai gantinya, Bilal diikat ditiang kayu, lalu mereka menyuruh anak-anak kecil untuk melemparinya dengan batu. Ia terus melantunkan, “Ahad…Ahad..”

Dimalam hari, mereka memberikan tawaran kepada Bilal, “Besok, kamu harus mengatakan yang baik-baik terhadap Tuhan-Tuhan kami . katakanlah ‘Tuhanku adalah Lata dan Uzza’. Kami akan melepaskanmu. Kami telah menyiksamu. Namun, sepertinya kami yang tersiksa.”

Bilal menggelengkan kepala dan menyebut, “Ahad..Ahad..”

Umayah bin Khalaf marah dan geram, lalu memukul Bilal, hai budak celaka. Demi Tuhan Lata dan Uzza, akan kujadikan kamu sebagai contoh bagi bangsa budak dan majikan-majikan mereka ! “ Dengan hati yang teguh dan suci, Bilal menjawab, “Ahad…Ahad..”

Waktu pagi tiba. Siang pun menjelang. Bilal dibawa kepadanng pasir. Ia dihadapi siksaan itu dengan sabar, tabah, teguh tak tergoyahkan.

Abu Bakar ra. Mendatangi mereka yang sedang mengyiksa Bilal. Ia berkata, “Apakah kalian akan membunuh seorang kalian dia mengatakan ‘Tuhanku adalah Allah’

Ia berkata kepada Umayah, “Berilah harga yang lebih mahal dari harganya, dan biarkan dia merdeka.”

Mereka menerima tawaran Abu Bakar. Sejak saat itu, Bilal bukan lagi budak belian. Ia sama seperti orang-orang merdeka lainnya.

Setalah Rasulullah Saw bersama kaum muslimin hijrah dan menetap di Madinah, beliau pun mensyariatkan azan untuk melakukan shalat. Siapakah kiranya yang menjadi muaazin untuk shalat sebanyak 5 kali dalam sehari semalam ? Siapakah yang suara takbir dan tahlilnya akan berkumandang keseluruh penjuru kota madinah ?

Dialah Bilal yang telah menyerukan, “Ahad…Ahad…” ketika diterpa siksaan 13 tahun yang lalu.

Nurul Rohmah

(Dari Berbagai Sumber )

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025