Tangerang – Target swasembada pangan pada tahun 2028 sebentar lagi akan terwujud melalui program kolaborasi IZI dengan UPZDK Permata Bank Syariah, yaitu Patriot Ketahanan Pangan. Kegiatan yang sukses diresmikan pada Kamis (5/2/26) ini diikuti sebanyak 15 orang peserta para calon patriot ketahanan pangan di Indonesia. Pada kegiatan peresmian hadir perwakilan dari IZI, UPZDK Permata Bank Syariah, turut hadir juga Camat Tigaraksa, dan perwakilan dari penyuluh Kementerian Pertanian.

Dalam sambutannya Kepala Perwakilan IZI Daerah Khusus Jakarta, Herlan Fauzy menyampaikan kepada peserta jangan melewatkan kesempatan baik ini, orientasi mengikuti program harus diperluas, dalam artian bukan sekadar mengisi waktu luang ataupun ikut-ikutan. “Harapannya semua ilmu pelatihan dapat diserap, sehingga dana zakat dari UPZDK PermataBank Syariah tepat sasaran. Melalui program ini kami juga berharap akan lahir pejuang-pejuang pertanian dan inspirasi untuk pemuda agar tertarik dalam bidang pertanian”. ujar Herlan.
“Kami melihat Patriot Ketahanan Pangan sangat penting saat ini, karena tidak banyak minat menjadi petani, sedangkan banyak keterbatasan dari sisi permodalan, akses pasar, dan keilmuan. Hal itu penting bagi kami untuk melakukan kolaborasi dengan IZI yang memiliki kompetensi di pertanian. Selama kolaborasi program pertanian dengan IZI, sudah hampir 140 hektare tersebar dibeberapa titik di Tangerang dan Sumatera Barat, dan melibatkan hampir 250 orang petani.” ucap Vicki Luvian selaku perwakilan dari UPZDK Bank Permata Syariah.

Saat ini orang-orang berlomba dalam investasi di sektor pertanian, banyak para pengusaha dan orang kaya di dunia ini melakukan investasi di pertanian, karena di masa depan lahan pertanian akan sulit dan paling dicari. Dengan program ini berharap lahir patriot ketahanan pangan yang menjadi penggerak di daerahnya masing-masing, mengajak anak muda untuk belajar pertanian. Mudah-mudahan program ini membawa dampak positif dan membawa manfaat untuk kita semua.
Ating Kartika selaku perwakilan penyuluh Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa Kementan siap berkolaborasi melalui program Petani Milenial bagi usia 19–39 tahun dengan dukungan pelatihan dan permodalan. Ia menyoroti bahwa petani saat ini masih didominasi usia di atas 50 tahun, sehingga program ini diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda di sektor pertanian, dengan dukungan penuh dari para penyuluh. Sementara itu, Camat Tigaraksa Cucu Abdurrosyid mengapresiasi program tersebut dan berharap dapat berjalan sukses, seraya menegaskan bahwa menjadi petani adalah profesi mulia serta menyampaikan kebanggaannya kepada para peserta.

Rencana kegiatan pelatihan patriot ketahanan pangan ini akan dilaksanakan selama sepuluh hari penuh, dan berlokasi di Kampus Smartfarm IZI Tangerang, selain itu juga para peserta akan banyak belajar teori dan praktik lapangan, peserta juga akan studi banding ke lokasi program Smartfarm IZI lainnya dan kunjungan ke alumni program Smartfarm IZI. Narasumber selama pelatihan sebagian besar merupakan alumni program Smartfarm IZI yang sudah sukses sampai ke Jepang dan para expertise bersertifikat. Di akhir, Sihabudin salah seorang alumni program Smartfarm Academy IZI membagikan inspirasi yang dituangkan dalam bentuk buku “Sholat Sebagai Rumus Dalam Bertani”. Bertani itu bukan perkara yg ringan, bertani itu kesempatan kita untuk menanam amal kebaikkan di akhirat nanti. Petani sukses itu adalah yang bisa menyeimbangkan antara ibadah dan aktivitas bertani, serta jadilah petani yang bermanfaat untuk orang lain.
[frd/izi]
