Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Harta dan Anak Penyebab Lalai Mengingat Allah

Fitri Fauziah2018-06-11T07:01:09+07:00
Fitri Fauziah Ayat of the Week 0 Comments

Tidak sama ujian antara satu orang dengan yang lainnya. Ada yang mungkin diuji dengan kekayaan, kemiskinan, kesehatan, bahkan dengan anak-anak yang dimilikinya. Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa melakukan demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:”Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh”. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun: 9-11)

Dari ayat tersebut jelas bahwa harta dan anak berpotensi membuat lalai dari mengingat Allah. Berikut ini cara agar tidak menjadi orang merugi karena dilalaikan oleh harta dan anak-anak:

  1. Hidup sederhana/ zuhud

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya setiap ummat itu memiliki fitnah dan fitnah ummatku adalah harta.” (HR Tirmidzi no 2258)

Kenikmatan memang seringkali melalaikan. Itulah sebabnya kita perlu belajar untuk hidup zuhud meskipun memiliki harta yang berlimpah.

  1. Mendidik anak untuk dekat pada Islam dan Qur’an

Anaklah adalah titipan yang harus dididik dengan sebenarnya. Sebab anak yang sholeh dan shalelah dapat menjadi salah satu amal jariyah yang tidak terputus meskipun orangtuanya sudah meninggal.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.”(HR Muslim no 3084)

Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa mendidik anak lebih baik daripada bersedekah dengan setengah sha’ setiap hari.

Dari Jabir bin Samurah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seseorang mendidik anaknya lebih baik dari pada ia bersedekah dengan setengah sha’ setiap hari.” (HR Ahmad 20065)

  1. Bersedekah rutin

Ada orang-orang yang Allah uji dengan hartanya, lantas ia merasa harta yang dititipkan oleh Allah adalah miliknya sepenuhnya. Kemudian ia menahan-nahan harta tersebut karena takut jumlahnya akan berkurang. Padahal setiap yang dimiliki oleh setiap hamba sejatinya hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh pemiliknya, yaitu Allah. Itulah sebabnya penting untuk bersedekah secara rutin agar harta yang dimiliki menjadi lebih berkah.

Allah berfirman:

“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 245)

  1. Disiplin dalam beribadah, menghukum diri sendiri jika lalai

Untuk dapat disiplin dalam beribadah, dapat dilakukan dengan memberikan reward atau punishment kepada diri sendiri. Misalkan membuat target ibadah harian yang perlu dilakukan. Jika target terpenuhi, berikan reward kepada diri sendiri, misalkan berapa bulan sekali jalan-jalan, nonton atau makan di luar. Namun jika target harian tidak terpenuhi, berikan pnishment. Bisa dengan merapel amalan harian yang terlewatkan, atau setiap target yang tidak tercapai maka harus berinfaq dengan nominal tertentu sesuai kemampuannya masing-masing.

Meskipun terlihat sepele namun untuk dapat merealisasikan hal ini diperlukan niat yang kuat. Sebab kadang kita suka memberikan pembenaran juga pemakluman kepada diri sendiri.

Jangan biarkan nikmat yang Allah berikan justru membuat kita jauh dari Allah. Manfaatkan semua yang sudah DIA beri sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan-nya. (SH/RI)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Fitri Fauziah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Dari Jalanan hingga Kampus, 435 Paket Takjil Disalurkan IZI Bogor Selama Ramadan 17 March 2026
  • IZI dan PT Bank Panin Dubai Syariah Bantu Pelunasan Tunggakan Sekolah Siswa Duafa di Duren Sawit 17 March 2026
  • Tebar Berkah Ramadan, IZI dan YBM PLN UPT Cawang Salurkan Paket Ifthor untuk Santri dan Mualaf di Ranca Bungur 17 March 2026
  • IZI Goes to School: Edukasi dan Salurkan Zakat Fitrah untuk Siswa Yatim dan Duafa SDN Utan Kayu Selatan 17 March 2026
  • Secercah Harapan di Kampung Bojongsari: IZI dan BDI Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran 17 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (221)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,255)
  • Keluarga (433)
  • Kesehatan (648)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (541)
  • Nuansa Keislaman (329)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (307)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,164)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (513)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025