Jakarta – Penguasaan teknik massage adalah hal penting untuk dilakukan peserta pelatihan sebelum menjadi terapis profesional. Tidak tanggung-tanggung, peserta pelatihan langsung mempelajari empat teknik massage yang dilaksanakan dalam waktu empat hari. Hal ini terwujud berkat kolaborasi IZI dengan PT Paragon Technology and Innovation. Kegiatan pelatihan hard skill ini berlangsung dari 16-19 Januari 2026 yang dilangsungkan di IZI Perwakilan Daerah Khusus Jakarta.

Keempat teknik massage tersebut adalah Javanese Massage, Reflexology Massage, Dry Massage, Face Acupressure. Metode pelatihan dimulai dengan peserta mengisi kuis singkat berdurasi sekitar 15 menit. Kuis awal ini bertujuan untuk mengukur pemahaman dasar peserta sekaligus menjadi bahan perbandingan terhadap peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan. Kemudian, pada sesi praktik, peserta dibagi berpasangan dan secara bergantian berperan sebagai terapis dan pasien. Praktik sesi pertama berlangsung selama kurang lebih dua jam. Pada sesi kedua, peserta bertukar peran agar setiap peserta memiliki kesempatan merasakan kedua posisi. Sebagai bentuk penguatan materi dan teknik, peserta diminta untuk menonton video praktik massage selama kurang lebih 30 menit.
Javanese Massage merupakan perawatan tubuh menggunakan teknik mengusap, menggetar, memukul, meremas, memutar, dan menekan, guna meningkatkan peredaran darah dan getah bening, serta mengenurkan otot. Arah pemijatan Javanese Massage selalu mengarah ke jantung yang bertujuan memperlancar peredaran darah dengan meningkatkan fungsi kerja jantung. Reflexology atau refleksi merupakan metode terapi holistik yang dilakukan dengan memberikan tekanan ringan pada titik-titik refleksi tertentu di kaki, tangan, dan telinga. Titik-titik tersebut diyakini memiliki keterkaitan dengan berbagai organ dan sistem tubuh. Melalui teknik ini, Reflexology Massage bertujuan membantu relaksasi, melancarkan sirkulasi darah, serta mendukung keseimbangan tubuh secara menyeluruh.

Dry Massage merupakan salah satu teknik tradisional yang berfokus pada titik-titik refleksi dan jalur energi pada di area punggung. Dry Massage juga merupakan teknik terapi manual yang dilakukan dengan cara memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di area punggung, khususnya di sepanjang tulang belakang dan otot sekitarnya.
Teknik ini bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, meredakan ketegangan otot, mengurangi kelelahan, serta membantu menjaga keseimbangan tubuh. Face Acupressure atau totok wajah merupakan metode terapi tradisional yang dilakukan dengan menekan titik-titik tertentu pada wajah untuk membantu meningkatkan sirkulasi darah, meredakan ketegangan otot, serta memberikan efek relaksasi. Teknik ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai layanan perawatan kecantikan dan kebugaran yang diminati masyarakat.
Paradaya Movement 2.0 tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta menyiapkan langkah menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi pintu awal bagi peserta untuk terjun ke dunia usaha atau layanan profesional di bidang SPA dan terapi kesehatan.
[frd/ru/izi]
