IZI Jateng Konsisten Dampingi Sri Suprapti Selama Bulan Ramadan, Perkuat Usaha Batik Difabel Binaan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang
Semarang (18/3/26) – Dalam upaya memastikan keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi difabel, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah melaksanakan kegiatan supervisi dan monitoring selama bulan Ramadan 1447 H kepada Sri Suprapti, penyandang difabel tuna rungu dan tuna wicara binaan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama IZI Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen dalam mendampingi penerima manfaat agar tetap produktif serta menjaga keseimbangan antara ibadah dan aktivitas usaha selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Selama bulan Ramadan, Sri Suprapti tetap aktif menjalankan usaha batik di kediamannya di wilayah Tegalsari yang juga difungsikan sebagai tempat produksi sekaligus basecamp Paguyuban Batik dan Craft Katun Ungu. Dengan ketekunan yang tinggi, beliau memproduksi berbagai jenis batik seperti batik tulis, batik cap, hingga batik ciprat. Tidak hanya itu, Sri juga berperan aktif dalam berbagi ilmu melalui pelatihan membatik kepada mahasiswa, komunitas, serta rekan-rekan difabel, sekaligus menggerakkan anggota paguyuban untuk terus berkarya menghasilkan produk turunan seperti pouch, tote bag, dan gantungan kunci batik.

Pada momentum Ramadan, Sri turut mengikuti kegiatan halal bihalal difabel di rumah dinas Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah dengan membawa produk batik. Alhamdulillah, produk yang dipasarkan mendapatkan respons positif dan berhasil terjual dengan total nilai penjualan mencapai Rp2.700.000. Di sisi lain, untuk menjaga keberlangsungan produksi, Sri juga melakukan pengadaan bahan baku kain dari Pasar Klewer Solo sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas usaha di tengah keterbatasan kegiatan pameran selama Ramadan.
Melalui pendampingan supervisi dan monitoring ini, IZI Jawa Tengah bersama PT PLN Indonesia Power UBP Semarang terus memberikan pendampingan, motivasi, serta evaluasi terhadap perkembangan usaha penerima manfaat.
Harapannya, program ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan keberdayaan penyandang difabel. Kisah Sri Suprapti menjadi inspirasi bahwa dengan semangat dan ketekunan, keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar
