Semarang (21/1/26) – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah menggelar pendampingan keislaman dalam Program Lapak Cahaya Laz Annur PT PLN Indonesia Power UBP Semarang sebagai bagian dari upaya penguatan spiritual para penerima manfaat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan sekaligus mendorong peningkatan kualitas ibadah secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Program pendampingan keislaman ini diikuti oleh para penerima manfaat Lapak Cahaya yang sehari-hari menjalankan aktivitas usaha dan berjualan sebagai sumber penghidupan. Selain mendapatkan dukungan dalam aspek pemberdayaan ekonomi, para peserta juga dibekali penguatan spiritual agar mampu menjaga etika, kejujuran, serta keberkahan dalam menjalankan usaha, khususnya selama bulan Ramadan.

Pendampingan keislaman ini menghadirkan Ustadz Joko Winarso sebagai pemateri. Dalam materinya, Ustadz Joko Winarso memberikan penjelasan mengenai pentingnya persiapan menyambut bulan suci Ramadan, baik secara mental maupun spiritual, termasuk bagaimana menata niat dan aktivitas sehari-hari agar Ramadan dapat dijalani dengan lebih optimal dan penuh makna.
Lebih lanjut, Ustadz Joko Winarso menekankan pentingnya keseimbangan antara berjualan dan beribadah, terutama bagi para penerima manfaat. Ia mengajak peserta untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan dengan mengatur waktu berjualan, meningkatkan kualitas ibadah sejak sebelum Ramadan tiba, serta menjadikan aktivitas berjualan sebagai bagian dari ibadah melalui penerapan prinsip kejujuran, amanah, dan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
Melalui pendampingan keislaman ini, IZI Jawa Tengah berharap para pelaku usaha binaan Program Lapak Cahaya tidak hanya mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan karakter islami yang kuat. Sinergi antara IZI Jawa Tengah dan Laz Annur PT PLN Indonesia Power UBP Semarang ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
