Depok – Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (LAZNAS IZI) meluncurkan buku 100 Soal-Jawab Zakat Kontemporer dalam agenda launching dan bedah buku yang digelar di Auditorium KKI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Depok, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar menghadirkan rujukan zakat yang aplikatif dan relevan dengan tantangan ekonomi modern. Buku tersebut disusun oleh Mohamad Suharsono, Lc., M.E.Sy. dan Iwan Setiawan, Lc., M.E., yang keduanya merupakan tim Biro Kepatuhan Syariah LAZNAS IZI. Karya ini lahir dari ratusan pertanyaan zakat yang selama ini masuk ke ruang konsultasi IZI, terutama via kanal daring yang disediakan oleh IZI, lalu disusun dalam format soal-jawab agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan LAZNAS IZI, Aan Suherlan, dalam sambutannya menegaskan bahwa dinamika ekonomi modern menuntut kehadiran literatur zakat yang tidak hanya normatif, tetapi juga kontekstual dan operasional. “Masyarakat hari ini dihadapkan pada realitas baru seperti zakat profesi, zakat investasi, transaksi digital, hingga distribusi zakat untuk penanganan bencana. Buku ini hadir sebagai panduan yang memberi kepastian syariah sekaligus ketenangan ibadah,” ujar Aan.

Dalam paparannya, Mohamad Suharsono menjelaskan bahwa buku ini tidak berhenti pada jawaban praktis semata, tetapi selalu merujuk pada Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama lintas mazhab, serta ijtihad ulama kontemporer. “Kami juga merujuk pada fatwa resmi MUI dan regulasi zakat di Indonesia, sehingga buku ini tidak hanya sahih secara syariah, tetapi juga relevan dalam konteks kebangsaan,” kata Suharsono.
Sementara itu, Iwan Setiawan menambahkan bahwa format soal-jawab dipilih agar masyarakat tidak harus membaca kitab fikih yang tebal untuk menjawab persoalan sehari-hari. “Mulai dari zakat gaji dan THR, zakat melalui transfer digital, zakat reksadana dan asuransi, hingga distribusi zakat untuk korban bencana dan non-muslim dibahas secara lugas dan sistematis,” ujar Iwan.
Peluncuran buku turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama RI serta para akademisi dan praktisi zakat. Hadir sebagai pembedah eksternal, Dosen FEB UI Yusuf Wibisono, Ph.D., dan sebagai pembedah internal Ketua Dewan Pengawas Syariah LAZNAS IZI, Dr. Oni Sahroni.

Dr. Oni Sahroni dalam sesi pembahasan menilai buku ini sebagai kontribusi penting dalam dakwah zakat. Menurutnya, pendekatan aplikatif yang disertai landasan fikih yang kuat akan membantu amil, dai, dan masyarakat dalam mengambil keputusan zakat yang tepat. “Ini bukan hanya buku bacaan, tapi juga rujukan kerja bagi praktisi zakat,” kata Oni.
Sementara itu, Yusuf Wibisono menyoroti nilai akademik buku tersebut. Ia menilai 100 Soal-Jawab Zakat Kontemporer mampu menjembatani kajian fikih dengan realitas ekonomi modern. “Buku ini relevan bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti yang membutuhkan literatur zakat kontemporer yang sistematis dan kontekstual,” ujar Yusuf.
Buku ini terbagi ke dalam 11 bab utama yang mencakup hampir seluruh dimensi zakat, mulai dari zakat maal, zakat fitrah, zakat pendapatan, zakat emas dan simpanan, zakat perdagangan, investasi modern, hingga distribusi zakat. Sebagai pelengkap, buku ini juga membahas puasa Ramadhan dan ibadah qurban dalam perspektif fikih kontemporer. Melalui peluncuran buku ini, LAZNAS IZI berharap literasi zakat di Indonesia semakin kuat dan masyarakat dapat menunaikan zakat dengan keyakinan, ketepatan, serta dampak sosial yang lebih luas.
