Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Jangan Sekolahkan Anak Terlalu Dini! Ini Bahayanya Menurut Ahli Parenting 

Syamil Abyan2025-05-30T14:58:40+07:00
Syamil Abyan Lain-lain 0 Comments

Sahabat IZI, di tengah tuntutan zaman yang semakin kompetitif, banyak orang tua berlomba-lomba menyekolahkan anak sejak usia sangat dini. Anak usia dua atau tiga tahun sudah mulai masuk playgroup atau taman kanak-kanak dengan harapan mereka cepat bisa membaca, menulis, dan berhitung. 

Tapi, apakah benar menyekolahkan anak terlalu dini membawa dampak positif jangka panjang? Atau justru berisiko mengganggu tumbuh kembang emosional anak? Mari kita bahas lebih dalam.  

1. Anak Bukan Miniatur Orang Dewasa 

Psikolog keluarga Elly Risman menegaskan bahwa anak kecil, terutama balita, bukanlah miniatur orang dewasa. Otak mereka belum siap untuk dijejali konsep akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung. Yang mereka butuhkan justru adalah bermain, bergerak, dan berinteraksi secara natural dengan orang-orang di sekitarnya. 

“Kalau anak dipaksa belajar hal yang otaknya belum siap, itu bisa merusak rasa ingin tahunya. Anak malah jadi stres dan kehilangan minat belajar,” kata Elly dalam salah satu seminar parentingnya.  

2. Risiko Stres dan Gangguan Emosi 

Dr. Aisyah Dahlan, seorang dokter dan pakar neuroparenting, juga mengingatkan tentang dampak kejiwaan anak yang terlalu cepat disekolahkan. Menurutnya, otak anak usia di bawah 7 tahun masih dalam tahap golden age untuk membentuk koneksi emosi, moral, dan spiritual. Jika di usia ini anak malah terlalu difokuskan pada aspek akademik, dikhawatirkan perkembangan bagian otak yang lain jadi terbengkalai. 

“Anak yang terlalu dini sekolah bisa mengalami kelelahan mental, bahkan kecemasan. Mereka merasa harus selalu bisa, harus selalu benar, padahal otaknya belum siap ke arah situ,” jelas Aisyah.  

3. Anak Butuh Main, Bukan Duduk Lama di Kelas 

Coba bayangkan, anak umur 3-4 tahun disuruh duduk manis selama berjam-jam di kelas, belajar angka dan huruf, padahal mereka maunya loncat-loncat, gambar-gambar, atau main pasir. Itu seperti memaksa ikan manjat pohon. Ujung-ujungnya bukan cuma anak jadi bosan dan stres, tapi bisa muncul masalah perilaku. 

Menurut banyak ahli, termasuk Elly Risman dan Aisyah Dahlan, anak-anak usia dini lebih cocok diberikan stimulasi lewat bermain aktif, bukan dibebani target akademik. 

4. Anak yang Terlambat Sekolah Bukan Berarti Bodoh 

Masih banyak orang tua yang takut anaknya “ketinggalan” kalau masuk SD-nya telat. Padahal kenyataannya, anak yang disekolahkan di usia yang lebih matang (misalnya setelah usia 6-7 tahun), justru lebih siap secara emosi dan sosial. Mereka biasanya lebih mudah mengikuti pelajaran karena otaknya memang sudah siap. 

Anak-anak yang mengalami masa bermain yang cukup justru lebih kreatif, lebih mandiri, dan punya empati yang lebih tinggi karena dia belajar lewat pengalaman nyata, bukan hanya lewat buku. 

Kesimpulan: Main Itu Penting, Sekolah Bisa Nanti 

Menyekolahkan anak terlalu dini memang terdengar keren di permukaan. Tapi kalau dilihat lebih dalam, dampaknya bisa panjang dan cukup serius. Anak jadi cepat bosan belajar, mudah stres, bahkan bisa kehilangan masa kecilnya. 

Elly Risman dan Aisyah Dahlan sama-sama sepakat bahwa yang paling penting di usia dini adalah kualitas interaksi anak dengan orangtuanya bukan seberapa cepat dia bisa baca tulis. 

Jadi, kalau sahabat IZI punya balita, santai saja. Nikmati masa-masa main bersama mereka, peluk, bacakan cerita, dan ajak ngobrol. Karena itu semua adalah fondasi utama untuk kecerdasan dan kesehatan mentalnya kelak. 

Ayu L Mukhlis 

Sumber Referensi: Genmuslim.id | Geotimes.id | Jurnalmedan | Beberapa sumber seminar parenting online 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Syamil Abyan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Kolaborasi IZI Bogor dan Teras Aman Salurkan Sembako bagi Ibu dan Anak di Wilayah Pesisir Jakarta 14 March 2026
  • Bakti Sosial Ramadan Hadirkan Kebahagiaan Bagi Anak-anak Panti Asuhan 14 March 2026
  • Didukung IZI Bogor, Program Al Iffah Berbagi Salurkan Sembako kepada 92 Warga 14 March 2026
  • IZI Bogor Selenggarakan Program Santunan Anak Yatim di Dramaga 14 March 2026
  • Hangatnya Kebersamaan Ramadan, SDIT Ar-Rabbani Bersama IZI Riau Salurkan Paket Zakat Fitrah 14 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,171)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (221)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,222)
  • Keluarga (431)
  • Kesehatan (647)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (536)
  • Nuansa Keislaman (324)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (296)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,149)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (482)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025