Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Keputusan Edi Susanto Demi Merawat Anaknya Pengidap Gagal Ginjal Kronis

dhul.ikhsan2019-02-20T14:39:36+07:00
dhul.ikhsan Potret Dhuafa dhuafa, inisiatif zakat, inisiatif zakat indonesia 0 Comments

Kehidupan berjalan bagaikan roda. Adakalanya taraf hidup kita berada di atas. Pada kesempatan lain, kondisi itu berbalik 180 derajat. Beberapa orang yang mengalami kejatuhan taraf hidup akan mengeluh panik. Namun di antaranya, ada juga yang malah menyimpannya sendiri dengan bersabar dan bertawakkal.

Edi Susanto (36) adalah karyawan suatu perusahaan swasta di daerah Wonosobo. Kehidupannya bahagia bersama anak dan istrinya yang tengah mengandung anak kedua. Meski bukan masuk dalam kategori “orang kaya”, Edi beserta keluarga mampu menjalani hari-harinya tanpa kendala.

Belum lagi mencapai taraf hidup yang sempurna, Edi harus meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan tetap. Hal itu bukan tanpa sebab, karena pria kelahiran tahun 1982 itu lebih memilih menyelamatkan nyawa anaknya yang kedua.

Rafif
dok. IZI

Kisahnya bermula saat kehamilan sang istri menginjak bulan ke-6. Dokter mengabarkan bahwa ketubannya mengalami kebocoran. Berikutnya di bulan tujuh kehamilan, jabang bayi mengalami kekurangan cairan dan asupan makanan dalam kandungan. Keputusan sulit pun di ambil, bayi tersebut lahir prematur, dan diberi nama Muhammad Rafif Farqah.

Belum selesai sampai di situ kondisi anak kedua Edi terus mengalami penurunan kondisi. Tubuhnya kurus membiru dan senantiasa menangis. Baru tiga hari di rawat, Edi membawanya ke RSUD Wonosobo, lalu ke RS. DR. Sardjito – Yogyakarta, sebagaimana rujukan para dokter.

Edi Susanto setia menemani istri dan anak keduanya. Selama masa-masa kritis, Edi tak pernah melewati waktu bersama mereka, hingga tak sadar bahwa izin cutinya telah habis terpakai. Karyawan swasta itu menyadari akan mengambil keputusan yang sulit ke depannya.

Benar saja. Demi mendengar Rafif dinyatakan Gagal Ginjal Kronis (GGK) dan epilepsi, Edi memutuskan resign dari pekerjaannya dan membawa Rafif ke RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Bukannya sembuh status anak keduanya itu justru meningkat : si kecil divonis CNS (Congetial Nehrotic Syndrome), sebuah penyakit yang hanya diidap oleh 1 hingga 3 bayi dari 100.000 kelahiran. Secara keterangan, CNS merupakan kelainan pada keturunan di mana sang penghidap mengalami gangguan protein pada urine serta pembengkakan di sekujur tubuh.

Edi Susanto terus memantau kondisi anak keduanya yang kadang drop suatu waktu. Pagi hingga malam; terus berjaga bergantian bersama sang istri. Jika waktunya rawat jalan tiba, Edi membawa motornya sebelum subuh disertai istri dan si kecil Rafif. Mereka rela menerobos dinginnya jalanan kota Serpong menuju Jakarta.

Kini Edi tak lagi memiliki tempat tinggal tetap. Tabungannya habis; tanahnya di Wonosobo pun telah dijual. Meski demikian, ia tetap harus memenuhi setidaknya sepuluh juta rupiah per bulan untuk keluarga dan kebutuhan pengobatan Rafif.

Meski dililit kesulitan, Edi terus bertawakkal. Bekerja serabutan; kadang ia memenuhi permintaan tetangga memperbaiki jaringan listrik rumah atau barang-barang elektronik. Bahkan, ia ikut menjadi kuli las di proyek jembatan layang jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Namun semua itu belum lah cukup. Tidak akan pernah cukup. Istilah kata yang pas bagi Edi kini, besar pasak daripada tiang.

Edi bukanlah tipikal peminta-minta, namun bukan berarti kita kehilangan rasa empati. Setidaknya dengan membantunya, Allah akan membantu kita dunia-akhirat. Klik : : Zakatpedia

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

dhul.ikhsan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • IZI Salurkan Bantuan Beasiswa untuk Siswa SMP di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 17 April 2026
  • RSP IZI Hadirkan Pelatihan Pembuatan Soft Cookies bagi Penghuni Rumah Singgah 17 April 2026
  • Sekolah Pendamping RSP IZI Hadirkan Penguatan di Tengah Ujian Sakit 16 April 2026
  • Air yang Dinanti Akhirnya Mengalir: Senyum Bahagia SD PAB 23 Patumbak II Sambut Sumur Bor dari IZI 16 April 2026
  • IZI Salurkan Beasiswa Pelajar untuk Ajeng Syabila di Jakarta Timur 14 April 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (231)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,344)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (657)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (217)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (549)
  • Nuansa Keislaman (353)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (315)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,207)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025