Jakarta – Penguatan keterampilan praktis terus menjadi jalan strategis dalam membuka peluang kemandirian ekonomi perempuan. Memasuki hari ketujuh sekaligus hari terakhir pelatihan, kegiatan dilaksanakan pada Rabu (21/1/26) dan sesi penutup ini menitikberatkan pada penguatan soft skill peserta, yang ke depannya akan menjadi modal pendukung dari teknik massage yang dikuasai.

Grooming bukan sekadar penampilan fisik, melainkan bentuk penghargaan terhadap profesi yang dijalani. Grooming mencakup keseluruhan cara seorang terapis merawat dan menampilkan dirinya, mulai dari kebersihan, kerapian, hingga sikap tubuh, yang mencerminkan profesionalisme serta memberikan rasa nyaman dan aman bagi pelanggan.
Grooming dalam pelayanan SPA menyesuaikan standar penampilan untuk dua jenis layanan, yakni home care dan outlet, serta membangun citra positif yang mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan. Peserta juga dibekali keterampilan komunikasi agar mampu memberikan pelayanan yang ramah, empatik, dan profesional dalam berbagai situasi, termasuk kondisi darurat saat bekerja.

Pelatihan soft skill ini menjadi bekal penting bagi peserta agar tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga siap bersaing sebagai terapis yang berkarakter, percaya diri, dan disenangi pelanggan. Dengan kombinasi hard skill dan soft skill, peserta diharapkan mampu memberikan layanan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Melalui Paradaya Movement 2.0, kolaborasi IZI dan PT Paragon Technology and Innovation tidak hanya menghadirkan pelatihan keterampilan, tetapi juga membangun ekosistem pendampingan yang mendorong perempuan untuk tumbuh, berdaya, dan berani melangkah menuju masa depan yang lebih mandiri.
[frd/ru/izi]
