Kuatkan Ukhuwah dan Keimanan: Mentoring Pekanan Asrama Beasiswa Mahasiswa Tahfidz UIN Walisongo
Semarang (14/3/26) — Upaya pembinaan spiritual dan penguatan karakter terus dilakukan melalui berbagai kegiatan di Asrama Beasiswa Mahasiswa Tahfidz UIN Walisongo Semarang. Salah satunya melalui program mentoring pekanan yang rutin dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran, penguatan keimanan, serta mempererat kebersamaan antar penerima manfaat.
Program mentoring ini dilaksanakan setiap pekan setelah Agenda Subuh di asrama. Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an bersama yang dilanjutkan dengan membaca dan memahami terjemahan ayat-ayat yang dibaca. Setelah itu, para penerima manfaat mengikuti kajian inti yang disampaikan oleh pementor, Ustad Mustofa. Selain sesi kajian, kegiatan juga diisi dengan momen saling bertukar kabar dan berbagi cerita sebagai bentuk kepedulian serta penguatan ukhuwah antar sesama penghuni asrama. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.

Pada mentoring pekan ini, tema yang diangkat adalah “Ramadan sebagai Bulan Pertambahan.” Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa Ramadan merupakan momentum bagi setiap muslim untuk meningkatkan berbagai kebaikan, mulai dari pertambahan iman dan takwa, semangat beribadah, hingga memperbanyak amal kebaikan. Bulan suci ini juga menjadi waktu yang penuh keberkahan untuk memperbaiki diri serta mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Suasana mentoring berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme. Para penerima manfaat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan semangat, baik saat tilawah, menyimak kajian, maupun ketika berdiskusi bersama. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini juga menjadi penguat motivasi bagi mereka untuk terus menjaga hafalan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas diri.
Melalui program mentoring ini, diharapkan para penerima manfaat dapat terus memperkuat pemahaman keislaman, menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga pembinaan yang dilakukan secara rutin ini dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.
