Banten – Pada Jum’at (30/1/26) Rumah Singgah Pasien IZI Banten menjadi tempat kegiatan pembinaan kewirausahaan. Fitri selaku pemateri, hadir dengan semangat untuk membekali para pelaku UMKM tentang pentingnya membangun mindset usaha yang berkelanjutan. Dalam pembinaan ini, beliau menekankan bahwa keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya dilihat dari keuntungan jangka pendek saja, tetapi juga dari bagaimana nilai-nilai usaha tersebut dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Materi yang disampaikan oleh Fitri yaitu strategi meningkatkan kualitas produk agar memiliki nilai jual yang tinggi dan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Beliau menjelaskan bahwa produk yang bagus bermula dari pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi dan proses produksi yang konsisten. Selain aspek teknis, Fitri juga mendorong para pelaku UMKM untuk menyelipkan kisah atau nilai dalam perjalanan pembuatan suatu produk. Cerita di balik sebuah produk dapat menjadi daya tarik tersendiri dan memberikan identitas yang kuat bagi suatu usaha. Selain itu, pelaku UMKM juga didorong untuk mengenalkan dan mengajarkan usaha yang dirintis kepada anak-anak agar bisa diwariskan dan terus dilanjutkan.
Sebagai contoh nyata, Fitri mengangkat kisah legendaris Nyonya Meneer dalam industri jamu tradisional Indonesia. “Produk itu datang dari keputusasaan” ucap Fitri. Beliau menceritakan bagaimana merek besar tersebut lahir dari titik keputusasaan dan kasih sayang saat Nyonya Meneer berupaya meracik obat untuk suaminya yang sedang sakit. Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa suatu usaha bisa lahir dari ketulusan hati.

Setelah pemaparan materi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok dan berbagi pengalaman antar pelaku UMKM mengenai tantangan usaha masing-masing. Ruangan menjadi hidup dengan pertukaran ide, di mana setiap peserta saling memberikan saran dan masukan untuk mengembangkan suatu usaha.
Salah satu pelaku UMKM yaitu Ahdi merasa sangat terbantu setelah adanya pembinaan kewirausahaan ini. “Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pembinaan ini. Sebelumnya, saya sempat merasa buntu menghadapi tantangan saat berjualan. Namun, setelah pembinaan ini saya merasa mendapatkan motivasi baru dan energi tambahan untuk mengembangkan usaha” ucap Ahdi. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan para pelaku UMKM memiliki perspektif baru untuk memajukan ekonomi keluarga mereka secara berkelanjutan.
