Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Nikah Hemat Tanpa Drama: Tips Supaya Orang Tua Tidak Kecewa

Syamil Abyan2025-04-24T10:58:15+07:00
Syamil Abyan Edukasi dan Inspirasi Islami, Konsultasi Artikel Edukasi, edukasi agama, inisiatif zakat, inisiatif zakat indonesia, IZI, zakat, zakat indonesia 1 Comment

Pernikahan sederhana kini makin banyak dilirik, terutama oleh pasangan muda. Akad di masjid, resepsi kecil di resto dengan undangan terbatas, dekorasi minimalis, dan suasana yang hangat—bukan karena pelit, tapi karena ingin menikah tanpa membebani. Banyak yang berpikir, “Untuk apa memaksakan pesta besar kalau akhirnya stres, hutang, atau sekadar ikut-ikutan gengsi?” 

Tapi di sisi lain, tidak sedikit orang tua yang masih memegang teguh tradisi: resepsi besar, tamu ratusan, dan tampil “wah” di depan keluarga besar. Bagi mereka, pernikahan adalah momen sekali seumur hidup, jadi harus “meriah”. Dan di sinilah sering muncul perbedaan pandangan—antara keinginan anak yang ingin menikah simpel, dan orang tua yang menginginkan kemeriahan. 

Lalu, bagaimana caranya agar orang tua bisa memahami dan mengizinkan konsep pernikahan yang sederhana? 

1. Jelaskan Niat dan Alasan dengan Jujur 

Mulailah dengan menjelaskan alasan kenapa kamu ingin pernikahan yang sederhana. Bukan karena tidak menghargai tradisi, tapi karena kamu ingin memulai pernikahan dengan tenang—tanpa tekanan biaya, lebih baik dananya digunakan untuk bekal pernikahan. 

Contoh pendekatan: 
“Aku ingin lebih fokus ke kehidupan setelah nikah, bukan hanya di hari H. Lebih baik dananya disiapkan untuk tempat tinggal atau kebutuhan rumah tangga.” 

2. Tegaskan Bahwa Ini Pilihan, Bukan Karena Terpaksa 

Banyak orang tua mengira konsep sederhana itu karena keterbatasan finansial. Padahal, ini soal prinsip. Jelaskan bahwa pernikahan sederhana adalah keputusan sadar, bukan karena tidak mampu. 

“Bukan karena tidak bisa, tapi karena kami tidak ingin membuang-buang untuk sesuatu yang hanya sehari. Yang penting sah dan berkah.” 

3. Tawarkan Rencana yang Tetap Menghargai Keluarga Besar 

Boleh sederhana, tapi tetap ada ruang untuk silaturahmi. Mungkin kamu bisa buat dua sesi: akad dan syukuran kecil. Atau, undangan terbatas dengan tetap mengundang orang-orang penting bagi orang tua. 

Ini menunjukkan bahwa kamu tetap memikirkan keluarga dan lingkungan, bukan egois ingin “nikah cepat dan kabur.” 

4. Beri Contoh Pasangan yang Sukses dengan Konsep Simpel 

Kadang orang tua lebih percaya kalau ada bukti. Tunjukkan pasangan lain—baik dari keluarga, tetangga, atau tokoh publik—yang menikah secara sederhana dan tetap bahagia. 

Bisa dengan video, foto, atau kisah nyata yang relatable. Intinya, buat orang tua merasa bahwa ini bukan “gaya hidup aneh” tapi sesuatu yang masuk akal dan wajar. 

5. Libatkan Mereka, Bukan Mengabaikan 

Konsep sederhana bukan berarti tidak melibatkan orang tua. Justru sebaliknya—minta pendapat mereka, tunjukkan bahwa kamu tetap ingin mereka ikut dalam proses. Saat orang tua merasa dilibatkan, biasanya mereka akan lebih lunak. 

“Kita bisa sama-sama diskusikan. Kalau ada bagian yang penting menurut Ibu atau Bapak, aku mau dengar dan pertimbangkan.” 

6. Tawarkan Solusi Tengah 

Kalau orang tua masih ingin “sedikit meriah”, coba cari titik temu. Mungkin bisa pakai aula RW, atau undangan dua gelombang (siang & sore), atau dekorasi sederhana tapi tetap estetik. Tidak harus mahal, yang penting semua merasa dihargai. 

Ini menunjukkan bahwa kamu fleksibel, tidak kaku, dan tetap menghormati keinginan mereka. 

7. Yakinkan dengan Komitmen 

Pernikahan bukan cuma soal konsep acara, tapi juga kesiapan menjalani kehidupan setelahnya. Tunjukkan bahwa kamu dan pasangan sudah berpikir matang, bukan hanya soal hemat-hemat bujet. 

Karena kadang, alasan orang tua bersikeras di resepsi adalah karena mereka ragu kamu sudah siap—jadi pastikan kamu bisa meyakinkan dari sisi mental juga. 

Menikah dengan sederhana bukan berarti mengurangi makna. Justru bisa jadi lebih sakral, lebih intim, dan jauh dari tekanan sosial. Yang penting bukan pesta besar, tapi langkah awal menuju rumah tangga yang sehat dan bertumbuh. 

Ayu L Mukhlis

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Syamil Abyan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025