Semarang – Darwi (56), seorang ibu rumah tangga asal Brebes, tak pernah menyangka nyeri di bagian payudaranya pada 2025 menjadi awal perjuangan panjang melawan kanker. Setelah berobat dari klinik ke puskesmas, ia dirujuk ke RS Mutiara Brebes untuk pengambilan sampel benjolan. Hasil pemeriksaan menyatakan kanker ganas stadium 2, sehingga ia harus melanjutkan pengobatan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Perjalanan berobat tidak mudah, Darwi dan suaminya harus bolak-balik Brebes–Semarang demi mengurus administrasi dan antrean jadwal agar dapat segera menjalankan tindakan.

Di tengah keterbatasan ekonomi, putra sulungnya, Tio (19), memutuskan berhenti dari pekerjaannya di bengkel untuk mendampingi sang ibu menjalani pengobatan. Padahal, ia baru lulus SMK dan bekerja untuk membantu kebutuhan keluarga serta melunasi utang orang tuanya. Sementara itu, suami Darwi kembali ke kampung halaman untuk tetap bekerja sebagai buruh tani dan menghidupi anak bungsu mereka. Pengorbanan Tio menjadi bukti bakti seorang anak yang memilih hadir di sisi ibunya pada masa paling sulit.
Sejak Januari 2026, secercah harapan datang. Dokter menetapkan Darwi menjalani terapi sinar atau radioterapi sebanyak 30 kali. Kebutuhan tinggal sementara di Semarang menjadi tantangan baru di tengah biaya yang pas-pasan. Hingga akhirnya, informasi dari seseorang mengantarkannya ke Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah, program layanan sosial dari Inisiatif Zakat Indonesia. Di tempat inilah Darwi dan Tio mendapatkan hunian sementara yang layak serta dukungan moral selama proses pengobatan.
Meski sempat bertanya dalam hati mengapa dirinya yang rajin beribadah justru diuji dengan sakit, Darwi perlahan menguat. Dukungan petugas Rumah Singgah Pasien IZI mengingatkannya bahwa sakit juga bagian dari kasih sayang dan jalan untuk naik ke tingkat kehidupan yang lebih baik. Keluarga pun menjadi penguat utama. “Ayo, Mah, cepat sembuh. Biar saya bisa kerja lagi dan bantu keluarga,” ucap Tio menyemangati. Di tengah keterbatasan, keteguhan hati dan dukungan sesama menghadirkan harapan bahwa setiap ujian selalu disertai jalan pertolongan.
[RSP IZI JTG]
