Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Sahabat Rasulullah yang Buruk Rupa Menikah dengan Para Bidadari Surga

Ayu Lestari2019-01-21T09:53:59+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan julaibib, sahabat nabi, sejarah islam, sirah nabawiyah 0 Comments

Sahabat IZI, pernahkah mendengar kisah sahabat nabi yang buruk rupa dan miskin tapi dia dirindukan bidadari surga? Namanya memang tidak setenar Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Bilal bin Rabbah dan sahabat Rasulullah lainnya. Tapi dibalik ketidaktenarannya, ia memiliki tempat tersendiri di sisi Rasulullah.

Ialah Julaibib. Secara fisik Julaibib tidak menarik, posturnya pendek, kecil, kulitnya hitam legam, wajahnya buruk dan penampilannya lusuh. Bangsa Arab pada zaman jahiliyah dulu tidak memandang Julaibib karena Julaibib tidak jelas nasabnya, dia tidak mengenal siapa ayah ibunya. Dia tidak memiliki harta, sebatang kara dan hidupnya luntang-lantung seperti gelandangan di Yasrib (Madinah).  Nama Julaibib adalah julukan untuknya yang artinya “Orang yang berjubah sangat kecil”.

Meskipun tidak beruntuk secara fisik dan ekonomi, Julaibib merupakan orang shaleh sahabat Rasulullah. Kemuliaan ahlaknya, kesabarannya dan dia selalu berada di shaf terdepan dalam shalat dan medan jihad.

Rasulullah yang ramah dan senang bercanda, suatu kali menyapa Julaibib “Wahai Julaibib, apakah engkau tidak ingin menikah?” Tanya Rasulullah.

Julaibib tahu diri, siapa manusia yang mau menikah dengan orang seperti dirinya. Kendati demikian, Rasulullah tidak main-main dengan pertanyaannya, hingga tiga kali pada tiga kali kesempatan Rasulullah bertanya dan tiga kali pula Julaibib menjawab dengan hal yang sama bahwa tidak mungkin ada orang tua yang mau menikahkan putrinya dengan gelandangan seperti dirinya.

Pada kali ke tiga Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bertekad akan menikahkan Julaibib, beliau tidak hanya bertanya tapi langsung menggandeng tangan Julaibin dan membawanya melamar seorang gadis jelita, anak dari pemimpin kaum Anshar.

Pemimpin Anshar menyambut kedatangan Rasulullah dengan suka cita. Dan Rasulullah pun meyampaikan maksud untuk melamar putri pemimpin kaum Anshar tersebut.

“Maksud kedatangan kami kesini, saya ingin menikahkan putri kalian,” pinta Rasulullah.

Sang tuan rumah mengira Rasulullah yang akan menjadi menantu mereka. Dengan wajah bahagia mereka menerimanya.

“Bukan untukku, kupinang putri kalian untuk Julaibin,” Jawab Rasulullah.

Ayah si gadis langsung terkejut, terpekik mendengar jawaban Rasulullah. Julaibib sendiri pun merasa malu yang teramat sangat. Seriuskah dan senekat inikah Rasulullah melamarkan gadis dari pemimpin Anshar untuk dirinya yang buruk rupa.

Ayah si gadis tidak memberi jawaban apapun, dia dan istrinya menyerahkan semua jawabannya kepada putrinya, mereka berharap sang putri menolak pinangan tersebut. Tapi jawaban putrinya sungguh mengejutkan “Apakah ayah dan ibu ingin menolak permintaan Rasulullah? Demi Allah kirim aku padanya. Jika Rasulullah yang meminta maka pasti beliau tidak akan membawa kehancuran dan kerugian dunia akhirat untukku.” Jawab gadis shaleha itu.

 

Kemudian dia membacakan ayat, “Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka Sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab : 36)

Sungguh keikhlasan dan keta’atan kepada Allah dan RasulNya, dia menerima Julaibib karena Allah dan RasulNya yang memilihkan untuknya.

Akhirnya, menikahlah Julaibib yang miskin, buruk rupa dan tak punya nasab tapi ketaatan kepada Allah dan Rasulullah sungguh luar biasa.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan fisik kalian. Allah hanya melihat hati dan amal perbuatan kalian.” (HR. Muslim)

Julaibib sangat bersyukur dna bahagia karena tak disangka dia telah menikah dengan seorang istri shaleha yang cantik jelita.

Selesai walimatul ursy (pesta pernikahan) Julaibib membawa istrinya ke rumahnya yang berada di Suffah Masjid Nabasi. Julaibib sangat kagum melihat kecantikan wajah istrinya yang sangat cantik. Tiba-tiba Julaibib dilanda rasa tidak percaya diri, mengingat ia memiliki rupa yang sangat buruk. Dia pun bertanya kepada istrinya “Apakah engkau ridho dengan pernikahan ini? Tidakkah engkau menyesal telah menerimaku sebagai suamimu?”

Dengan lembut istrinya menjawab “ Wahai suamiku engkau adalah laki-laki pilihan Rasulullah untukku, aku ridho menjadi istrimu”

Julaibib senang mendengar jawaban istrinya, tapi tidak berselang lama tiba-tiba terdengar seorang mengetuk  pintu, salah seorang sahabat datang menyampaikan pesan Rasulullah agar muslimin berkumpul di Masjid karena ada panggilan Jihad. Tanpa pikir panjang, dengan penuh keikhkasan dan keimanan Julaibib memenuhi panggilan jihad tersebut dan berpamitan dengan istrinya yang cantik dan baru dinikahi beberapa waktu.

“Wahai istriku berilah ridhomu atas keberangkatanku ke medan jihad. Sungguh aku bahagia bersamamu, hatiku penuh dengan cinta namun cintaku kepadamu bukankah sepantasnya tak melebihi cintaku pada panggilanNya?” kata Julaibib.

Dengan menitikkan air mata istri Julaibib melepas kepergian suaminya yang baru tadi pagi menikahinya dan malam hari ia harus melepas suaminya untuk berperang untuk agama Allah. Keduanya bersatu dan berpisah karena Allah. Kemudian Julaibib pergi ke medan perang, ia berperang dengan gagah berani menumpas para musuh di medan Uhud.

Saat perang berakhir, Rasulullah mencari Julaibib dan menyeru semua sahabat mencari Julaibib dan dia ditemukan telah syahid. Tubuhnya penuh luka, Rasululah sedih melihatnya. Beliau sendiri yang mengafani dan menshalati Julaibib.

Saat Julaibib selesai dimakamkan, terjadilah persitiwa yang menakjubkan. Rasulullah menangis air matanya menetes sembari melihat gundukan tanah kemudian memandang langit dan tersenyu, lalu membuang pandangannya ke samping kemudian menutup mata dengan telapak tangannya. Para sahabat yang melihat kejaidan itu heran, lalu bertanya kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis di makam Julaibib?”

“Aku menangis karena mengingat Julaibib, dia meminta restuku untuk menikah. Semestinya hari ini dia berbahagia bersama istrinya, tapi hari ini juga dia telah tiada” Jawab Rasulullah.

“Lantas mengapa tadi engkau tersenyum” Tanya salah seorang sahabat.

“Saat memandang langit, aku melihat para bidadari turun untuk menjemput Julaibib” Jawab Rasulullah.

“Lalu mengapa engkau membuang pandangan ke samping? Apa yang engkau lihat ya Rasulullah?”

“Bidadari yang menjemput Julaibib sangat banyak. Mereka saling berebut. Ada yang meraih tangannya dan ada pula yang meraih kakinya. Sehingga salah satu bidadari itu tersingkap kainnya dan terlihat betisnya” jawab Rasulullah.

Demikianlah kisah sahabat Rasulullah yang banyak orang menghinanya tapi justru karena ketaatan dan cintanya kepada Allah dia mengalahkan ego dunianya dan memilih panggilan jihad. Meskipun ia buruk rupa di dunia tapi dia justru mendapatkan dan menikah dengan bidadari di surga.  (Ayu)

(Dari berbagai sumber)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • IZI Jateng Dampingi Perjuangan Difabel Tangguh Lewat Supervisi Monitoring Usaha Roti Seruni Binaan MTT Jateng-DIY 8 April 2026
  • Tak Berhenti di Ramadan, IZI Jateng Kuatkan Istiqomah Ibadah Lewat Pendampingan Keislaman Gerobak Cahaya YBM PLN UP2B Jateng DIY 8 April 2026
  • Beragam Kondisi Usaha Berjualan Selama Ramadan, IZI Jateng Terus Dampingi Penerima Manfaat Gerobak Cahaya YBM PLN UP2B Jateng DIY 8 April 2026
  • Istiqomah Setelah Ramadan, IZI Jateng Gelar Pendampingan Keislaman Penerima Manfaat Lapak Cahaya Laz Annur PT PLN Indonesia Power UBP Semarang 7 April 2026
  • Dukung Proses Pemulihan, RSP IZI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Rutin Bersama BSI Maslahat 7 April 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (228)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,330)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (653)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (214)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (548)
  • Nuansa Keislaman (349)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,205)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (579)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025