Tunjukkan Komitmen Berjualan, IZI Jateng Tinjau Perkembangan Usaha Kedua Penerima Manfaat Lapak Berkah PT KJG
Semarang (23/4/26) — Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah kembali melaksanakan pendampingan supervisi dan monitoring Program Lapak Berkah PT Kalimantan Jawa Gas (KJG). Pendampingan ini dilakukan untuk melihat perkembangan usaha kedua penerima manfaat sekaligus memastikan program berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan usaha jualan mereka.

Dalam pendampingan supervisi monitoring ini, terdapat dua penerima manfaat yaitu Warti, pemilik warung makan nasi “Warung Makan Mbah Ti”, dan Yatin, penjual mie ayam “Mie Ayam Mak Yatin”. Selain itu, terdapat perkembangan teknologi di mana saat ini kedua usaha tersebut sudah terdaftar di Google Maps, sehingga memudahkan pelanggan untuk menemukan lokasi usaha berjualan mereka.
Berdasarkan hasil supervisi, usaha Warti menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Ia kini tidak hanya melayani pembeli harian, tetapi juga mulai menerima pesanan seperti paket nasi ayam kemangi untuk kegiatan Jumat Berkah yang berjalan rutin. Menu yang disajikan pun tetap bervariasi setiap hari agar pelanggan warung nasi nya tidak bosan.

Sementara itu, Yatin juga mulai kembali menjalankan usahanya secara rutin dengan fokus pada satu menu utama, yaitu mie ayam. Mengingat kondisi Yatin yang sudah memasuki usia lanjut, ia menjalankan usahanya secara bertahap dan menyesuaikan dengan kondisi fisiknya. Saat merasa lelah atau kurang sehat, jumlah produksi biasanya dikurangi, namun ia tetap berusaha menjaga usahanya agar tetap berjalan.
Melalui pendampigan supervisi monitoring Program Lapak Berkah ini, IZI Jawa Tengah terus menjalankan perannya dalam melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala terhadap kedua penerima manfaat. Program ini juga terlaksana berkat dukungan dari PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) sebagai mitra korporat. Diharapkan, kolaborasi ini dapat terus menjaga keberlangsungan usaha para penerima manfaat, sekaligus mendorong peningkatan kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan.
